fst.umsida.ac.id – Kreativitas mahasiswa tidak hanya terlihat dari pencapaian akademik, tetapi juga melalui upaya menciptakan usaha yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya ditunjukkan oleh tim TUCUMA STORE yang berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2024.
Tim ini mengembangkan ide usaha berupa alat potong singkong yang ditujukan untuk membantu proses produksi UMKM keripik singkong. Inisiatif tersebut berangkat dari kebutuhan pelaku usaha dalam mengolah bahan baku secara lebih efisien.
TUCUMA STORE dirintis oleh Vilary Aldino Egrea sebagai ketua tim, bersama Annifa Umma’yah Bassiroh, Miftakhul Ainul Yaqin, dan Moch Arya Hidayah P sebagai anggota.
Lihat juga : https://fst.umsida.ac.id/hilirisasi-inovasi-energi-surya-umsida/
TUCUMA STORE Berangkat dari Kebutuhan UMKM

Gagasan pengembangan TUCUMA STORE pertama kali disampaikan oleh Vilary selaku ketua tim. Setelah melalui diskusi bersama, para anggota melihat bahwa ide tersebut memiliki peluang untuk menjawab kebutuhan UMKM yang bergerak di bidang olahan singkong.
Tim kemudian sepakat mengembangkan gagasan itu menjadi sebuah usaha yang memiliki manfaat nyata dan berpeluang untuk dilanjutkan. Ide tersebut selanjutnya dipersiapkan untuk mengikuti program P2MW 2024.
Persiapan Proposal Menjadi Tantangan Tim
Sebelum mendapatkan pendanaan, tim TUCUMA STORE melewati beberapa tahapan persiapan. Mereka melakukan riset kebutuhan lapangan, merancang konsep alat, serta menyusun proposal usaha yang mencakup aspek teknis dan perencanaan bisnis.
Penyusunan proposal membutuhkan ketelitian, terutama dalam menyelaraskan rancangan mesin dengan analisis pasar, perhitungan keuangan, dan kelayakan usaha. Tim juga perlu memastikan estimasi anggaran dan alasan penggunaan biaya disusun secara realistis.
Dalam proses tersebut, koordinasi antaranggota dan bimbingan dosen menjadi bagian penting untuk menyelesaikan proposal. Berkat kerja sama dan komitmen bersama, proposal TUCUMA STORE berhasil diselesaikan tepat waktu hingga dinyatakan lolos pendanaan P2MW 2024.
Pengelolaan Usaha Tetap Berjalan Bersama Perkuliahan
Menjalankan usaha sambil mengikuti kegiatan akademik membutuhkan pembagian tugas yang jelas. Dalam tim TUCUMA STORE, salah satu anggota bertanggung jawab mengelola keuangan dan administrasi laporan pertanggungjawaban (LPJ).
Pembagian tugas yang fleksibel membantu pekerjaan usaha tetap berjalan di sela-sela jadwal kuliah. Anggota tim tersebut menjelaskan, “Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti karena pembagian kerjanya cukup fleksibel.”
Pencatatan arus kas dan pembaruan dokumen dilakukan secara berkala agar administrasi tetap tertata. Dengan cara tersebut, tanggung jawab usaha dapat dijalankan tanpa mengganggu kegiatan perkuliahan.
Pendanaan P2MW Dukung Realisasi Alat Potong Singkong
Pendanaan yang diperoleh melalui P2MW menjadi modal awal bagi tim untuk mewujudkan rancangan alat potong singkong. Pada tahap ini, fokus pengembangan masih diarahkan pada realisasi dan pengujian alat sebelum manfaatnya dapat dikembangkan lebih lanjut bagi mitra UMKM.
Kehadiran alat tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemotongan bahan baku, mengurangi pekerjaan manual, serta mendukung peningkatan kapasitas produksi keripik singkong secara bertahap.
Melalui TUCUMA STORE, tim mahasiswa Umsida berupaya mengembangkan ide usaha yang berangkat dari kebutuhan pelaku UMKM. Dukungan pendanaan P2MW menjadi langkah awal untuk menguji gagasan tersebut sekaligus mempersiapkan pengembangan usaha ke tahap berikutnya.
Lihat juga : https://fst.umsida.ac.id/civil-talk-teknik-sipil-umsida-geosintetik/
Penulis : Amelia














