fst.umsida.ac.id – Meraih prestasi selama kuliah tidak hanya tentang mendapatkan nilai akademik yang baik, tetapi juga kemauan untuk mencoba hal baru dan mengembangkan kemampuan diri. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Tarisya Rhahma Wibowo, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), yang meraih IPK 3,91 dan terpilih sebagai salah satu mahasiswa terbaik fakultas pada Wisuda ke-48.
Selain pencapaian akademik, Tarisya juga berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2024 melalui penelitian berjudul “Potensi Ekstrak Bunga Bougenville (Bougainvillea glabra) sebagai Sumber Antioksidan dan Alternatif Pewarna Alami pada Pembuatan Flower Leather.” Pencapaian tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama menjalani perkuliahan.
Tarisya Rhahma Wibowo Raih IPK 3,91 dan Lolos PKM-RE 2024

Sejak awal kuliah, Tarisya berusaha untuk tidak hanya berfokus pada nilai akademik. Ia juga menargetkan diri untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman selama menjadi mahasiswa.
Salah satu kesempatan yang berhasil diraihnya adalah lolos PKM-RE 2024. Melalui penelitian tersebut, Tarisya mengangkat potensi ekstrak bunga bougenville (Bougainvillea glabra) sebagai sumber antioksidan dan alternatif pewarna alami dalam pembuatan flower leather.
Keberhasilan lolos PKM-RE dan terpilih sebagai salah satu mahasiswa terbaik FST Umsida pada Wisuda ke-48 menjadi dua pencapaian yang paling berkesan baginya.
Dukungan Orang Tua dan Dosen dalam Perjalanan Prestasi Tarisya
Di balik pencapaiannya, Tarisya mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Orang tua menjadi sosok yang paling berpengaruh karena selalu memberikan doa, dukungan, dan motivasi selama menjalani perkuliahan.
Selain keluarga, dosen turut berperan dalam memberikan arahan selama proses meraih prestasi. Dukungan juga datang dari teman-teman yang selalu memberikan semangat.
Bagi Tarisya, dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang ia lalui selama mengembangkan diri dan mengikuti berbagai kegiatan di lingkungan kampus.
Cara Tarisya Membagi Waktu untuk Belajar dan Kegiatan PKM
Dalam kesehariannya, Tarisya biasanya belajar di rumah. Ketika merasa bosan, ia memilih pergi ke kedai kopi, seperti Kopi Kenangan, untuk mendapatkan suasana yang berbeda.
Sementara itu, selama mengikuti kegiatan PKM, ia banyak berdiskusi bersama tim dan dosen pembimbing di lingkungan kampus. Diskusi tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang dijalaninya bersama tim dalam proses penelitian.
Kebiasaan belajar dan berdiskusi ini menjadi bagian dari aktivitas Tarisya selama menjalani perkuliahan sekaligus mengembangkan pengalaman di bidang penelitian.
Tarisya Jadikan Kegagalan sebagai Bahan Evaluasi
Dalam proses meraih prestasi, Tarisya juga menghadapi tantangan dan kegagalan. Namun, ia berusaha menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi, bukan alasan untuk berhenti mencoba.
“Menurut saya, kegagalan bukan akhir dari segalanya, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik lagi,” ungkap Tarisya.
Baginya, setiap tantangan dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri agar mampu menghadapi proses berikutnya dengan lebih baik.
Tips Meraih Prestasi bagi Mahasiswa dari Tarisya Rhahma Wibowo
Tarisya membagikan beberapa hal yang menurutnya penting bagi mahasiswa yang ingin meraih prestasi selama kuliah. Konsistensi, target yang jelas, dan kemampuan menentukan prioritas menjadi kunci untuk menjalani berbagai tanggung jawab.
“Buatlah to-do list, jangan menunda tugas, tetap luangkan waktu untuk istirahat yang cukup, dan jangan ragu meminta bantuan ketika mengalami kesulitan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berfokus mengejar prestasi, tetapi tetap memperhatikan kesehatan fisik dan mental. Menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik, pengembangan diri, dan waktu istirahat menjadi hal yang tidak kalah penting selama menjalani masa perkuliahan.
Perjalanan Tarisya Rhahma Wibowo sebagai mahasiswa Teknologi Pangan FST Umsida menunjukkan bahwa masa kuliah dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan potensi, baik melalui pencapaian akademik maupun kegiatan penelitian. Melalui konsistensi dan kemauan untuk terus belajar, mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia untuk meraih prestasi sekaligus mengembangkan diri.

















