Fst.umsida.ac.id – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (umsida) meraih Juara 3 kategori Product Innovation Design dalam Mandalika Competition 2026. Tim yang bernama MADE TEAM ini membawa inovasi ION-BLADE REVOLUTION. Inovasi tersebut berupa reaktor cerdas untuk membantu menjaga kualitas air tambak udang.
MADE TEAM terdiri dari Nasiruddin Al Burhan, Nur Alamsyah, Dharma Wahyu Firmansyah, Achmad Kuncoro Setiawan, dan Tito Muhammad Fadhil. Mereka mengembangkan inovasi ini dengan bimbingan Dr Ir Mulyadi ST MT.
Kompetisi ini mengusung tema Engineering the Future: Innovating Beyond Boundaries. Melalui ajang tersebut, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan ide dan menawarkan solusi teknologi. MADE TEAM pun berhasil meraih posisi ketiga pada kategori Product Innovation Design.
Kerja Sama Tim Mengantarkan Prestasi
Ketua tim, Nasiruddin Al Burhan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja keras seluruh anggota. Selain itu, proses diskusi dan persiapan juga berperan penting dalam perjalanan tim.
“Kami merasa sangat bersyukur dan senang bisa meraih Juara 3 dalam Mandalika Competition 2026. Pencapaian ini merupakan hasil dari proses, kerja keras, dan kerja sama seluruh anggota tim. Hasil ini juga menjadi motivasi untuk terus belajar dan menghasilkan inovasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Sebelum mengikuti kompetisi, tim terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan yang ingin diselesaikan. Selanjutnya, mereka menentukan konsep, menyusun desain, dan mengevaluasi sistem yang dikembangkan.
Tim juga menyiapkan materi presentasi bersama. Mereka berlatih agar setiap anggota memahami inovasi tersebut. Dengan begitu, seluruh anggota dapat menjelaskan bagian masing-masing secara jelas.
Setiap anggota memiliki tanggung jawab yang berbeda. Ada yang mengembangkan ide, menyusun desain, melakukan analisis, dan menyiapkan presentasi. Namun, mereka tetap bekerja sama untuk menyatukan setiap gagasan.
ION-BLADE REVOLUTION, Inovasi Pengolahan Air

Inovasi utama MADE TEAM adalah ION-BLADE REVOLUTION. Reaktor cerdas ini menggabungkan teknologi microbubble, fotokatalisis, dan elektrokatalisis untuk mendukung pengolahan air akuakultur.
Sistem ini juga dilengkapi pemantauan parameter air secara real-time. Dengan fitur tersebut, pengguna dapat memantau kondisi air selama proses pengolahan berlangsung.
Al Burhan menjelaskan bahwa tim mengembangkan inovasi ini karena kualitas air masih menjadi tantangan dalam budidaya udang intensif. Oleh karena itu, mereka ingin menghadirkan alternatif teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia sekaligus mendukung sistem akuakultur yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Meski demikian, proses pengembangan inovasi ini tidak selalu berjalan mudah. Tim harus menggabungkan beberapa teknologi dalam satu sistem. Mereka juga perlu menyatukan pendapat dan menyelesaikan revisi dalam waktu yang terbatas.
Tim Siapkan Pengembangan Inovasi Selanjutnya
Setelah meraih Juara 3, MADE TEAM ingin terus mengembangkan ION-BLADE REVOLUTION. Tim berencana mengevaluasi kekurangan yang ada dan menyempurnakan konsep inovasi tersebut.
Selain itu, mereka ingin meningkatkan kemampuan setiap anggota. Langkah ini diharapkan dapat membantu tim menghasilkan inovasi yang lebih matang dan memiliki potensi penerapan yang lebih luas.
“Kami berharap ION-BLADE REVOLUTION dapat terus dikembangkan dan suatu saat bisa memberikan manfaat bagi dunia akuakultur di Indonesia. Setelah mendapatkan Juara 3, kami tidak ingin cepat puas. Kami ingin mengevaluasi kekurangan yang ada dan mempersiapkan inovasi yang lebih matang agar ke depannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” pungkas Al Burhan.
Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa umsida untuk terus berinovasi. Melalui kompetisi, mahasiswa dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kerja sama, dan menyampaikan gagasan secara sistematis. Dengan demikian, inovasi mahasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung perkembangan teknologi berkelanjutan.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















