Fst.umsida.ac.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga. Muhammad Rifqiy Muthahhirul Janan, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Teknik Industri semester 2, berhasil meraih Juara 1 kategori kata dan Juara 2 kategori kumite -60 kilogram mahasiswa putra dalam kejuaraan karate tingkat nasional yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Mahasiswa itu tampil dalam ajang Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026 yang diselenggarakan di UMM Dome pada 2 Mei 2026. Hasil tersebut menjadi capaian penting bagi Rifqiy, terutama karena ia harus bertanding di dua nomor sekaligus dalam satu kejuaraan.
Prestasi ini tidak datang secara instan. Di balik dua medali yang dibawanya pulang, ada proses latihan panjang, pengorbanan waktu, serta kemampuan menjaga konsistensi di tengah kesibukan kuliah.
Persiapa
n Tiga Bulan Sebelum Kejuaraan
Rifqiy mengaku bahwa persiapan menuju kejuaraan dilakukan secara bertahap sejak beberapa bulan sebelum pertandingan dimulai. Ia tidak hanya mematangkan teknik bertanding, tetapi juga memperkuat fisik, mental, dan kesiapan perlengkapan yang akan digunakan saat bertanding.
Latihan intensif sudah dijalani sejak tiga bulan sebelum kejuaraan. Dalam sepekan, ia berlatih sekitar tiga hingga empat kali pertemuan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, ia juga menambah porsi latihan secara mandiri di rumah agar performanya tetap terjaga.
Persiapan yang disiplin ini menjadi modal penting bagi Rifqiy untuk menghadapi persaingan di level nasional. Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi berasal dari berbagai perguruan tinggi dan memiliki kemampuan yang tidak bisa dianggap ringan.
Menurutnya, keberhasilan dalam pertandingan tidak bisa dilepaskan dari proses latihan yang konsisten. Ia belajar bahwa hasil yang baik hanya bisa diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan keinginan yang kuat untuk terus berkembang.
Tampil di Dua Nomor dan Bawa Pulang Dua Medali
Dalam kejuaraan tersebut, Rifqiy bertanding lebih dulu di nomor kata. Penampilan itu berhasil membawanya meraih medali emas sekaligus mengamankan posisi juara pertama. Setelah itu, ia melanjutkan perjuangannya di nomor kumite -60 kilogram mahasiswa putra dan sukses meraih medali perak.
Ia menilai hasil di nomor kata sudah sesuai harapan. Sementara pada nomor kumite, meski belum berhasil menjadi juara pertama, ia tetap bersyukur karena sudah berjuang maksimal hingga akhir pertandingan.
“Untuk hasilnya sebenarnya sudah sesuai prediksi. Walaupun di kelas kumite belum sesuai yang diharapkan, saya tetap bangga karena sudah berjuang dengan maksimal,” ungkapnya.
Rifqiy juga mengakui bahwa salah satu penyebab belum meraih emas di nomor kumite adalah karena lawan yang dihadapi cukup tangguh dan berada di luar perkiraannya. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kemampuan pada turnamen berikutnya.
Dukungan Orang Terdekat Jadi Sumber Semangat
Di balik pencapaiannya, Rifqiy menyebut dukungan dari orang-orang terdekat sebagai salah satu faktor yang membuatnya tetap semangat. Orang tua, teman seperguruan, tim karate Umsida, serta pelatih menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya.
Selain menghadapi lawan di arena, ia juga harus berjuang menjaga keseimbangan antara latihan dan tugas-tugas perkuliahan. Tantangan lain yang dirasakan adalah tekanan mental saat pertandingan, termasuk rasa gugup yang muncul sebelum turun ke arena.
Meski begitu, ia berusaha menjadikan tekanan tersebut sebagai motivasi untuk tampil lebih baik. Baginya, setiap pertandingan bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga proses pembentukan mental dan kedisiplinan diri.
Rifqiy pun menargetkan untuk kembali tampil di kejuaraan berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada Juli mendatang. Ia berharap bisa memberikan hasil yang lebih baik dan terus membawa nama baik Umsida di ajang olahraga nasional.
Mengakhiri ceritanya, Rifqiy menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal baru dan terus mengembangkan bakat yang dimiliki. Menurutnya, kerja keras dan ketekunan adalah kunci utama untuk meraih apa yang diinginkan.
“Jangan takut mencoba hal-hal baru dan mengembangkan bakat yang kita miliki. Kerja keras dan ketekunan adalah kunci utama untuk meraih apa yang kita inginkan,” pesannya.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

















