Fst.umsida.ac.id – Pemilihan material geosintetik menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan konstruksi karena harus disesuaikan dengan karakteristik material, kondisi tanah, dan kebutuhan desain.
Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Civil Talk bertajuk Geosynthetics in Civil Engineering yang diselenggarakan Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (umsida) pada Selasa (6/10/2026) di Aula Kampus 2 umsida.
Kegiatan ini menghadirkan Abdilla Alvian Mustofa ST dari PT Kencana Tiara Gemilang (KTG Indonesia) sebagai pemateri. Ia menjelaskan jenis dan penggunaan geosintetik, pengujian kualitas material, serta penerapannya dalam berbagai pekerjaan teknik sipil.
Mengenal Karakteristik dan Pengujian Geosintetik

Dalam pemaparannya, Abdilla menjelaskan bahwa penggunaan geosintetik perlu mempertimbangkan fungsi material dan persyaratan teknis proyek.
Materi yang disampaikan mencakup pengujian fisik, mekanis, dan durabilitas untuk mengetahui karakteristik material sebelum digunakan dalam konstruksi.
Salah satu pengujian yang dibahas adalah uji kuat tarik pada geomembran berbahan high-density polyethylene (HDPE).
Pengujian ini digunakan untuk mengevaluasi perilaku material ketika menerima beban. Parameter break strength juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan kuat tarik minimum geomembran.
Selain itu, materi mencakup uji kuat tarik grab pada geotekstil woven atau geowoven. Pemahaman terhadap hasil pengujian membantu mahasiswa mengenali karakteristik mekanis material dan kaitannya dengan kebutuhan desain.
“Pemilihan geosintetik perlu mempertimbangkan karakteristik material, kondisi tanah, dan fungsi yang dibutuhkan dalam proyek. Karena itu, pengujian kualitas menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan sebelum material digunakan,” jelasnya.
Penerapan Geosintetik pada Jalan dan Perkuatan Tanah
Abdilla juga memaparkan penggunaan geosintetik dalam pembangunan jalan dan perkuatan tanah. Pada tanah ekspansif, geomembran dapat digunakan untuk membantu mengurangi pengaruh air terhadap kondisi tanah.
Sementara itu, geowoven dapat dimanfaatkan sebagai perkuatan timbunan melalui interaksi dengan tanah dan kontribusi kuat tariknya.
Material geowoven dapat membantu mendistribusikan beban serta memberikan perkuatan tambahan pada tanah berkekuatan rendah.
Penerapannya dapat dipertimbangkan pada timbunan, lereng curam, maupun pekerjaan yang menghadapi kondisi tanah lunak, sesuai dengan perencanaan teknis.
Geomembran dan Geocell untuk Kebutuhan Lingkungan

Pada bidang pengelolaan limbah, geomembran digunakan sebagai lapisan kedap untuk membantu membatasi rembesan air lindi ke lingkungan sekitar.
Penggunaannya perlu didukung perencanaan dan sistem pengelolaan yang sesuai agar fungsi perlindungan lingkungan dapat berjalan dengan baik.
Adapun geocell dapat digunakan untuk pengendalian erosi, perkerasan jalan, dan konstruksi dinding penahan tanah. Dalam pengendalian erosi, geocell membantu melindungi permukaan lereng dari kerusakan akibat aliran air.
Namun, kestabilan lereng tetap perlu dianalisis secara terpisah karena pengendalian erosi tidak otomatis meningkatkan faktor keamanan lereng.
Melalui materi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai beragam fungsi geosintetik dan pentingnya menyesuaikan pemilihan material dengan kebutuhan lapangan.
Kegiatan ini juga memperkenalkan mahasiswa pada penerapan pengujian material dan pertimbangan desain dalam pekerjaan teknik sipil.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















