Fst.umsida.ac.id – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (umsida) menyelenggarakan yudisium pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi 190 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dan bersiap melangkah menuju dunia kerja maupun melanjutkan studi.
Dalam kegiatan tersebut, dua mahasiswa meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni Tarisya Rhahma Wibowo dari Program Studi Teknologi Pangan dan Jihan Triana Dewi dari Program Studi Agroteknologi. Keduanya memperoleh IPK sebesar 3,91.
Dekan FST Ingatkan Pentingnya Menjaga Nama Baik Almamater
Dekan FST umsida, Ir Iswanto ST MMT IPM ASEAN Eng, mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan.
Ia menegaskan bahwa kelulusan merupakan awal perjalanan baru yang membutuhkan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional.
Menurutnya, lulusan tidak hanya perlu mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membuka lapangan kerja.
“Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Jangan hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mulailah berpikir bagaimana menciptakan peluang bagi orang lain,” pesannya.
Iswanto juga mengingatkan lulusan agar menjaga perilaku dan etika karena setiap alumni membawa identitas umsida di tengah masyarakat.
Prof Hana Tekankan Etika dan Perencanaan Karier

Prof Dr Ir Hana Catur Wahyuni ST MT mengajak para lulusan untuk mulai menentukan arah karier dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Kehidupan kita ke depannya masih sangat panjang. Oleh karena itu, mulailah memikirkan rencana karier setelah lulus,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan profesional tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan IPK.
Kemampuan berkomunikasi, menghargai orang lain, serta menjaga etika juga menjadi bekal penting.
“Modalnya tidak hanya IPK, tetapi bagaimana etika kita dan bagaimana cara membawa diri kita,” tegasnya.
Prof Hana juga berharap hubungan fakultas dan alumni terus terjalin melalui kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi.
Ali Sofyan Ajak Lulusan Seimbangkan Ilmu dan Nilai Keislaman
Associate Professor Ali Sofyan dari International Islamic University Malaysia (IIUM) turut memberikan motivasi kepada para lulusan.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk computer science, menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang perlu dihadapi dengan kemampuan berpikir kritis dan kemauan untuk terus belajar.
Melalui konsep ulul albab dalam Surah Ali Imran ayat 190–191, ia mengajak lulusan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga nilai spiritual dan etika.
Ilmu yang dimiliki diharapkan tidak hanya mendukung keberhasilan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tarisya dan Jihan Raih IPK Tertinggi

Tarisya Rhahma Wibowo dan Jihan Triana Dewi menjadi lulusan dengan IPK tertinggi, yakni 3,91. Keduanya diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Tarisya menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. “Saya bersyukur atas capaian ini dan berharap ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Jihan berharap prestasi akademiknya menjadi motivasi untuk terus belajar. “Semoga ilmu selama kuliah dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Yudisium ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan baru bagi 190 lulusan FST umsida untuk berkontribusi di dunia kerja, pendidikan, dan masyarakat.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















