Fst.umsida.ac.id – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mempertegas komitmennya dalam memperluas jangkauan ke tingkat global.
Melalui skema hibah Program Diaspora Berdampak Umsida dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi FST menggelar seminar internasional bertajuk “Strategi dan Tata Cara Pembuatan Roadmap untuk Penelitian Internasional” di Aula Kampus 2 Umsida pada Jumat (16/10/2026).
Seminar ini menghadirkan Associate Professor Ir Dr Ali Sophian CEng dari Kulliyyah of Engineering International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai pembicara utama.
Kehadiran diaspora Indonesia ini bertujuan untuk membimbing para dosen dan mahasiswa dalam menyusun peta jalan riset lintas negara yang kredibel.
Komitmen Nyata dalam Program Diaspora Berdampak Umsida

Wakil Rektor III Umsida Dr Nurdyansyah SPd MPd menekankan bahwa program kemitraan internasional ini tidak boleh berhenti sekadar seremoni seminar. Pemanfaatan ilmu harus berlanjut menjadi luaran nyata yang bermanfaat luas.
“Sesuai namanya Program Diaspora Berdampak fokus utama kita adalah memastikan wawasan yang dipelajari memberikan implikasi konkret. Jangan sampai kegiatan ini selesai saat acara berakhir,” tutur Dr Nurdyansyah SPd MPd.
Ia menambahkan bahwa interaksi dengan akademisi global melatih mahasiswa membangun pola pikir berwawasan internasional guna menyongsong kepemimpinan masa depan.

Senada dengan hal tersebut penerima hibah Dr Ir Jamaaluddin MM menyatakan bahwa Umsida terus memacu kapasitas riset demi memperkokoh daya saing universitas.
“Kemitraan yang terjalin menjadi ruang belajar berharga mengenai iklim penelitian global. Melalui forum ini kami mendorong dosen dan mahasiswa melahirkan kolaborasi riset serta peta jalan penelitian yang terarah,” jelas Dr Ir Jamaaluddin MM.
Standar TRL dan Tips Lolos Hibah Riset Global

Dalam pemaparannya Ir Dr Ali Sophian CEng membedah kerangka Technology Readiness Levels (TRL 1–9) berstandar ISO 16290/NASA.
Peneliti diwajibkan menentukan batas kesiapterapan awal (Baseline TRL) dan target akhir (Target TRL) secara terukur mulai dari teori laboratorium hingga hilirisasi industri.
Ia juga menguraikan lima pilar pendanaan global seperti skema bilateral konsorsium Horizon Europe kemitraan pembangunan berkelanjutan (JICA/USAID) hingga dana kawasan ASEAN Science Technology and Innovation Fund (ASTIF) 2026.
“Panel reviewer internasional menyeleksi proposal secara ketat. Kunci keberhasilan proposal terletak pada urgensi topik kebaruan metode pembagian tugas tim yang seimbang dan keberlanjutan hasil ke masyarakat,” terang Ir Dr Ali Sophian CEng.
Melalui pelaksanaan Program Diaspora Berdampak Umsida FST Umsida optimistis mampu melipatgandakan publikasi bereputasi serta inovasi teknologi yang kompetitif di tingkat dunia.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh













