Fst.umsida.ac.id – Pemanfaatan energi matahari terus menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengembangkan teknologi IoT panel surya yang mampu meningkatkan produksi listrik melalui sistem pendingin otomatis berbasis sensor suhu.
Inovasi ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi energi terbarukan di Indonesia.
Penelitian dilakukan karena suhu permukaan panel surya menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi performa photovoltaic (PV).
Saat suhu panel terlalu tinggi, daya keluaran listrik akan menurun. Kondisi tersebut sering terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia yang memiliki paparan sinar matahari cukup tinggi sepanjang tahun.
Melalui riset ini, tim Teknik Elektro Umsida merancang sistem pendingin otomatis menggunakan sensor suhu NTC, mikrokontroler ESP32, pompa air, relay, katup solenoid, dan pipa tembaga yang dipasang di bagian belakang panel surya.
Sistem bekerja secara otomatis ketika suhu panel menyentuh 40 derajat Celsius, kemudian pompa menyala selama lima menit untuk menurunkan temperatur panel.
Produksi Energi Naik Signifikan
Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi IoT panel surya memberikan peningkatan performa yang sangat baik.
Produksi energi harian panel mencapai 229,77 Wh, jauh lebih tinggi dibanding mode tanpa pendingin sebesar 135,81 Wh. Dengan demikian, terjadi peningkatan produksi energi hingga 69,19 persen.
Setelah dikurangi konsumsi listrik pompa air, keuntungan energi bersih masih tercatat sebesar 36,05 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan sistem pendingin otomatis tetap efisien dan memberikan manfaat nyata terhadap hasil listrik yang dihasilkan panel surya.
Selain meningkatkan daya listrik, sistem ini juga berhasil menjaga suhu panel tetap stabil di kisaran 37 hingga 39 derajat Celsius. Suhu yang lebih rendah membuat panel bekerja lebih optimal, khususnya saat siang hari ketika intensitas matahari sedang tinggi.
Bisa Dipantau Lewat Ponsel
Keunggulan lain dari inovasi ini adalah kemampuan pemantauan jarak jauh. Semua data seperti suhu, arus, tegangan, dan daya listrik dapat diakses secara real time melalui platform Blynk dan Google Spreadsheet.
Pengguna dapat memantau kondisi panel kapan saja melalui smartphone yang terhubung internet.
Sistem ini dinilai cocok diterapkan pada rumah tangga, gedung perkantoran, industri, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala besar.
Dengan bantuan IoT, proses pemeliharaan panel surya menjadi lebih praktis, efisien, dan modern.
Komitmen Inovasi Umsida
Melalui penelitian ini, Umsida menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Penggabungan IoT dan energi terbarukan menjadi langkah strategis menuju masa depan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

















