Flower Leather dari Bougenville Jadi Inovasi Pangan Sehat Kaya Antioksidan

Fst.umsida.ac.id – Inovasi pangan berbasis bahan alami terus berkembang, salah satunya melalui pemanfaatan bunga bougenville menjadi produk flower leather yang kaya antioksidan.

Produk ini dikaji dalam penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa teknologi pangan, kaprodi dan dosen yaitu Laila Tasnima Sofiyah, Rahmah Utami Budiandari, dan Poppy Diana Sari dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas antioksidan serta kadar senyawa betasianin pada flower leather berbasis ekstrak bunga bougenville, baik dari bunga segar maupun kering .

Antioksidan Bantu Lawan Radikal Bebas

Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa radikal bebas merupakan senyawa yang dapat merusak jaringan sel tubuh dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, hingga stroke.

Kondisi ini dapat diminimalisir dengan konsumsi antioksidan yang berfungsi menstabilkan radikal bebas dan menghambat proses oksidasi di dalam tubuh.

Bunga bougenville diketahui memiliki kandungan senyawa antioksidan alami, termasuk betasianin.

Senyawa ini tidak hanya berfungsi sebagai antioksidan, tetapi juga berperan sebagai pigmen alami yang dapat dimanfaatkan dalam produk pangan.

Flower Leather sebagai Alternatif Camilan Sehat

Flower leather merupakan produk modifikasi dari fruit leather yang dibuat dari ekstrak bunga.

Produk ini memiliki karakteristik tipis, elastis, serta memiliki daya simpan yang cukup lama sehingga praktis dikonsumsi sebagai camilan sehat.

Dalam proses pembuatannya, ekstrak bunga bougenville dipanaskan dan dikeringkan hingga membentuk lembaran tipis.

Perbedaan bahan antara bunga segar dan kering menghasilkan variasi warna dan tekstur yang berbeda, dipengaruhi juga oleh penambahan asam sitrat selama proses pengolahan.

Aktivitas Antioksidan Tergolong Kuat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa flower leather berbasis bunga bougenville memiliki aktivitas antioksidan dalam kategori kuat.

Nilai terbaik diperoleh pada perlakuan bunga segar tanpa asam sitrat sebesar 80,77 μg/mL, sedangkan pada bunga kering mencapai 83,12 μg/mL .

Meskipun produk telah melalui proses pemanasan, nilai antioksidan yang dihasilkan masih tergolong baik.

Hal ini menunjukkan bahwa flower leather memiliki potensi besar sebagai produk pangan fungsional yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.

Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

Bertita Terkini

SDGs Center Umsida Hadiri Forum Nasional Bappenas, Percepat Capaian SDGs 2030
July 4, 2026By
Studi Banding POTIK Umsida dan Universitas Telkom Surabaya Perkuat Literasi Data
June 30, 2026By
Puspita Della Aini, Wisudawan Terbaik Teknologi Pangan Umsida dengan IPK 4.00
June 28, 2026By
Expo Saintek 2026 Hadirkan Lomba dan Pameran Inovasi Mahasiswa di Kampus 2 umsida
June 18, 2026By
Lulus Tepat Waktu Yudisium FST Umsida, 250 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana
June 15, 2026By
Dari Rumput Laut Jadi Beras Sehat, Tim Umsida Lolos P2MW 2026
June 11, 2026By
Dosen Umsida Bagikan Strategi Raih Hibah RIIM BRIN di Universitas Panca Marga
June 9, 2026By
Lewat PPK Ormawa, Himagro Umsida Kembangkan Potensi Desa Wonosunyo
June 4, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By