Tak Sekadar Tanaman Hias, Bougenville Punya Potensi Pewarna Alami dan Antioksidan

Fst.umsida.ac.id – Bunga bougenville yang selama ini dikenal sebagai tanaman hias ternyata menyimpan potensi besar sebagai bahan pangan fungsional.

Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Laila Tasnima Sofiyah, Rahmah Utami Budiandari, dan Poppy Diana Sari dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Menurut jurnal yang ditulis oleh ketiga peneliti tersebut, bunga bougenville mengandung senyawa betasianin yang berfungsi sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan.

Kandungan ini membuka peluang pemanfaatan bougenville sebagai bahan inovasi pangan sehat.

Betasianin sebagai Pigmen Alami

Dalam jurnal dijelaskan bahwa betasianin merupakan pigmen alami yang termasuk dalam golongan betalain dan larut dalam air.

Senyawa ini banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam industri pangan, kosmetik, hingga farmasi.

Selain memberikan warna yang menarik, betasianin juga memiliki aktivitas antioksidan yang berperan dalam melindungi tubuh dari dampak radikal bebas.

Hal ini menjadikan bunga bougenville tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai fungsional bagi kesehatan.

Pengolahan Berpengaruh pada Kandungan Senyawa

Menurut hasil penelitian, kadar betasianin pada flower leather berbasis bunga bougenville menunjukkan variasi tergantung perlakuan yang diberikan.

Nilai tertinggi diperoleh pada bunga kering tanpa asam sitrat sebesar 14,93 mg/L, sedangkan bunga segar sebesar 9,18 mg/L .

Namun, proses pemanasan dan pengeringan dalam pembuatan flower leather menyebabkan penurunan kadar betasianin.

Hal ini disebabkan sifat betasianin yang sensitif terhadap suhu, pH, dan paparan cahaya. Selain itu, penambahan asam sitrat juga memberikan pengaruh nyata terhadap kadar senyawa tersebut.

Peluang Pengembangan Pangan Fungsional

Meskipun mengalami penurunan kadar, flower leather berbasis bunga bougenville tetap memiliki potensi sebagai produk pangan sehat.

Produk ini tidak hanya mengandung antioksidan, tetapi juga dapat menjadi alternatif pewarna alami yang lebih aman dibandingkan pewarna sintetis.

Dengan karakteristik yang tipis, elastis, dan praktis, flower leather berpeluang dikembangkan sebagai camilan sehat modern berbasis bahan lokal.

Inovasi ini sekaligus menunjukkan bahwa tanaman hias seperti bougenville dapat dimanfaatkan lebih luas dalam bidang pangan dan kesehatan.

Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

Bertita Terkini

SDGs Center Umsida Hadiri Forum Nasional Bappenas, Percepat Capaian SDGs 2030
July 4, 2026By
Studi Banding POTIK Umsida dan Universitas Telkom Surabaya Perkuat Literasi Data
June 30, 2026By
Puspita Della Aini, Wisudawan Terbaik Teknologi Pangan Umsida dengan IPK 4.00
June 28, 2026By
Expo Saintek 2026 Hadirkan Lomba dan Pameran Inovasi Mahasiswa di Kampus 2 umsida
June 18, 2026By
Lulus Tepat Waktu Yudisium FST Umsida, 250 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana
June 15, 2026By
Dari Rumput Laut Jadi Beras Sehat, Tim Umsida Lolos P2MW 2026
June 11, 2026By
Dosen Umsida Bagikan Strategi Raih Hibah RIIM BRIN di Universitas Panca Marga
June 9, 2026By
Lewat PPK Ormawa, Himagro Umsida Kembangkan Potensi Desa Wonosunyo
June 4, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By