Prof Sang-Seok Lee Tekankan Soft Skills dan Keahlian Spesifik untuk Bertahan di Era AI

Fst.umsida.ac.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan dan dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh Prof Sang-Seok Lee, profesor dari Tottori University, saat menyampaikan materi dalam Visiting Lecture di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Pada Selasa (02/02/2026).

Menurut Prof Lee, AI kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, mulai dari penulisan teks, penerjemahan bahasa, desain visual, hingga pengembangan perangkat lunak dan analisis data. Kondisi ini menjadikan AI sebagai teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan manusia, baik dalam proses belajar maupun aktivitas profesional.

“Saat ini, alat-alat AI digunakan hampir di semua bidang. Semua orang dapat mengakses AI, dan hal ini mengubah cara kita bekerja dan belajar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kemudahan akses terhadap AI membuat teknologi ini berkembang sangat cepat, sehingga menuntut manusia untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Dampak AI terhadap Dunia Kerja

 

Prof Lee menjelaskan bahwa otomatisasi berbasis AI telah menyebabkan perubahan signifikan di dunia kerja, termasuk berkurangnya kebutuhan tenaga kerja di beberapa sektor, khususnya di bidang teknologi informasi dan pemrograman. Banyak perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan kerja.

“Beberapa perusahaan mulai berpikir bahwa mereka tidak lagi membutuhkan banyak programmer, karena AI dapat menghasilkan kode program dengan lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Ia mencontohkan fenomena pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan global sebagai dampak dari transformasi digital. Namun demikian, Prof Lee menegaskan bahwa perkembangan AI tidak hanya menghilangkan pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru yang sebelumnya tidak ada.

Menurutnya, tantangan utama bagi tenaga kerja saat ini bukan sekadar ancaman kehilangan pekerjaan, melainkan kesiapan untuk beradaptasi dengan jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan AI.

Soft Skills sebagai Pembeda Utama

Dalam menghadapi era AI, Prof Lee menekankan pentingnya soft skills sebagai kemampuan yang tidak dapat digantikan oleh mesin. Ia menyebutkan bahwa teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan peran manusia dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

“AI tidak dapat menggantikan kepemimpinan, kreativitas, efektivitas sosial, dan penilaian manusia. Hal-hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh manusia,” tegasnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengasah kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi agar tetap relevan di masa depan. Soft skills inilah yang akan menjadi pembeda utama antara manusia dan mesin.

Keahlian Spesifik Tetap Dibutuhkan

Selain soft skills, Prof. Lee juga menyoroti pentingnya keahlian mendalam di bidang tertentu. Ia menjelaskan bahwa AI hanyalah alat bantu, sehingga tanpa pemahaman keilmuan yang kuat, teknologi tidak akan mampu menghasilkan inovasi yang bermakna.

“Jika seseorang tidak memahami pengetahuan di bidangnya, AI tidak akan mampu membantu menciptakan inovasi yang nyata,” ujarnya.

Ia mencontohkan riset teknologi sensor, di mana AI digunakan untuk mengolah dan menganalisis data. Namun, pemahaman mendalam tentang prinsip dan karakteristik sensor tetap menjadi kunci utama dalam pengembangan riset tersebut.

Riset Sensor Berbasis AI untuk Efisiensi Industri

Salah satu riset yang dipaparkan Prof Lee adalah penggunaan teknologi sensor dan AI untuk mengukur tingkat kebersihan restoran secara kuantitatif. Riset ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan tenaga kerja kebersihan di Jepang akibat penurunan jumlah populasi usia produktif.

“Kami ingin mengukur tingkat kebersihan secara kuantitatif agar perusahaan dapat melihat perbedaan yang jelas sebelum dan sesudah pembersihan,” jelasnya.

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menentukan waktu pembersihan yang optimal, mengurangi biaya operasional, serta mengambil keputusan berbasis data secara lebih objektif.

Menutup pemaparannya, Prof Sang-Seok Lee berpesan agar mahasiswa tidak memandang AI sebagai ancaman, melainkan sebagai alat untuk berkembang dan meningkatkan kualitas diri.

“AI bukanlah musuh. Jika Anda memiliki keterampilan dan keahlian yang kuat, AI justru akan menjadi mitra terbaik Anda,” pungkasnya.

Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan perkembangan AI secara bijak dengan tetap mengembangkan soft skills dan keahlian spesifik, sehingga mampu bersaing dan berkontribusi secara positif di era transformasi digital.

Bertita Terkini

Coding Tak Lagi Rumit, Dr Hindarto Umsida Kenalkan Scratch kepada Guru MI Al Hikmah
August 7, 2026By
Dosen Umsida dan Unusida Kenalkan Coding Scratch kepada Siswa MI Al Hikmah Mojosari
August 6, 2026By
PPK Ormawa HIMAGRO Umsida Perkuat Layanan Posyandu Balita Desa Wonosunyo
August 3, 2026By
SIGAP POSYANDU Hadir di Desa Gelam, umsida Dukung Digitalisasi Layanan Kesehatan Masyarakat
July 31, 2026By
Himagro Umsida Dorong Rempah Wonosunyo Jadi Jamu Kering Bernilai Ekonomi
July 23, 2026By
ICSSET 2026 Umsida Perkuat Kolaborasi Global untuk Energi dan Keamanan Pangan Berkelanjutan
July 8, 2026By
SDGs Center Umsida Hadiri Forum Nasional Bappenas, Percepat Capaian SDGs 2030
July 4, 2026By
Studi Banding POTIK Umsida dan Universitas Telkom Surabaya Perkuat Literasi Data
June 30, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By