DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026

Fst.umsida.ac.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang tergabung dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) berhasil mengembangkan DIARICE, inovasi beras analog berbahan dasar rumput laut Gracilaria sp. yang dikembangkan sebagai alternatif pangan fungsional.

Dibimbing oleh Wiwik Sulistiyowati ST MT, inovasi tersebut berhasil membawa tim DIARICE lolos KMI Expo XVII Tahun 2026 pada Selsa, (8/9).

Ketua Tim DIARICE, Muhammad Nafi’udin Eka Prawira, menjelaskan bahwa sebelum mengikuti seleksi, tim ini melakukan beberapa persiapan, mulai dari menyempurnakan produk, menyiapkan materi presentasi, melengkapi legalitas yang diperlukan, hingga melakukan latihan pitching.

“Kami juga melakukan evaluasi terhadap cara penyampaian agar dapat menjelaskan DIARICE secara singkat dan jelas saat proses seleksi,” tuturnya.

Lolos dalam KMI Expo 2026 adalah hal yang tidak disangka tim ini.

“Bagi kami, lolos KMI Expo XVII menjadi sebuah pencapaian sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan DIARICE agar produk dan usaha kami bisa menjadi lebih baik,” kata NAfi.

Tim yang terdiri dari Muhammad Nafi’udin Eka Prawira sebagai ketua, bersama Adinda Dwi Cahayani, Ibnaty Salsabilla Aulia Permadi, Achmad Rizki Dwi Nur Amrin, dan Achmad Lutfi Rahmawan, mengembangkan produk dari potensi lokal Kabupaten Sidoarjo.

Banyaknya Potensi Rumput di Laut Tlocor Sidoarjo

beras analog rumput laut 2

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri itu menjelaskan bahwa ide inovasi ini muncul dari melihat potensi rumput laut di daerah Tlocor, Sidoarjo yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Saat ini rumput laut tersebut sebagian besar masih dijual langsung kepada pengepul setelah dikeringkan. Dari situ, kami melihat peluang untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut menjadi produk pangan.,” jelasnya.

Di sisi lain, tim ini juga melihat adanya isu kebutuhan pangan bagi penderita diabetes, termasuk cukup banyak penderita diabetes di lingkungan sekitar mereka.

Dari dua hal itulah tim P2MW mencoba mengembangkan rumput laut menjadi beras analog sebagai alternatif pangan.

Beras dipilih menjadi hasil olahan lantaran merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia.

“Kami berinovasi pangan yang tetap familiar bagi masyarakat, tetapi menggunakan bahan baku yang berbeda dengan harapan produk lebih mudah diterima dan dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari,” terang Nafi.

Nafi menjelaskan bahwa keunggulan DIARICE terletak pada pemanfaatan rumput laut Gracilaria sp. sebagai bahan utama dalam pengembangan beras analog.

“Kami juga menggunakan bahan-bahan lokal yang kami pilih dan menjaga proses produksinya agar menghasilkan produk yang pas,” ujarnya.

Dalam membuat inovasi ini, tim ini harus menyempurnakan formula dan treatment terhadap rumput laut.

“Rumput laut memiliki karakteristik dan aroma yang cukup khas, sehingga kami perlu melakukan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang sesuai, baik dari segi rasa, tekstur, maupun karakteristik produk akhirnya,” ujarnya.

Pengembangan DIARICE

beras analog rumput laut 2

Dosen pembimbing DIARICE, Wiwik Sulistiyowati ST MT, menjelaskan bahwa inovasi ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Lantas berbagai pendampingan dilakukan mulai dari survei tambak, wawancara petani, penguatan data melalui referensi BPS dan artikel ilmiah, hingga proses riset serta uji coba formula produk.

Selain menjadi alternatif pangan, DIARICE akan dikembangkan sebagai produk yang mendukung keberlanjutan pangan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Wiwik menyampaikan bahwa DIARICE tidak hanya diarahkan sebagai produk pangan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan nilai tambah rumput laut lokal serta membuka peluang hilirisasi bagi petani dan UMKM.

“Keberlanjutan inovasi ini dirancang melalui empat aspek utama, yaitu keberlanjutan pangan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan,” jelasnya.

Dari sisi kesehatan, produk ini akan dikembangkan sebagai pangan fungsional bagi masyarakat yang menjalani pola hidup sehat.(Dhona)

Bertita Terkini

Agroteknologi Umsida Panen Pakcoy Hidroponik, Wujudkan Smart Farming di Lahan Sempit
September 9, 2026By
Seminar Pojok Statistik Umsida Bahas Wearables untuk Pengukuran Kekuatan Otot
September 4, 2026By
Umsida dan UMG Perkuat Kurikulum Teknologi Pangan Berbasis Keunggulan Lokal
September 2, 2026By
Aslab Agroteknologi Umsida Pelajari Pengelolaan Laboratorium Pertanian di BRMP Jestro
August 31, 2026By
Agroteknologi Umsida Padukan Filosofi Jawa dan Teknologi untuk Pertanian Berkelanjutan
August 27, 2026By
FST Umsida Gandeng BUMD Hilirisasi Empat Inovasi Energi Surya
August 19, 2026By
Diseminasi KILAB 2026 Umsida Tampilkan Tiga Inovasi Laboran
August 13, 2026By
Coding Tak Lagi Rumit, Dr Hindarto Umsida Kenalkan Scratch kepada Guru MI Al Hikmah
August 7, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By