Agroteknologi Umsida Panen Pakcoy Hidroponik, Wujudkan Smart Farming di Lahan Sempit

Fst.umsida.ac.id – Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar panen raya sayuran pakcoy hasil budidaya hidroponik di halaman Kampus 2 Umsida pada Selasa, (8/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari luaran mata kuliah smart farming mahasiswa Agroteknologi Umsida.

Panen tersebut turut dihadiri jajaran rektorat Umsida, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Umsida, dosen Agroteknologi, serta mahasiswa.

Sebanyak ribuan bibit pakcoy sebelumnya ditanam menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique) hingga menghasilkan tanaman siap panen.

Ajarkan Teknik Urban Farming

Kaprodi Agroteknologi Umsida, Dr M Abror SP MM, menjelaskan bahwa program hidroponik tersebut dibuat untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa.

“Ini dalam rangka peningkatan mahasiswa untuk pembelajaran di urban farming atau pembelajaran pada lahan sempit. Terutama di daerah Sidoarjo yang terkenal dengan daerah perkotaan, sehingga mahasiswa perlu memahami bagaimana cara budidaya di daerah lahan sempit atau daerah perkotaan,” ujar Dr Abror.

Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan yang dipenuhi gedung, perumahan, dan industri menyebabkan ketersediaan lahan pertanian semakin terbatas.

Karena itulah, mahasiswa perlu memahami metode budidaya alternatif yang tetap dapat menghasilkan produk pertanian meskipun dilakukan pada ruang terbatas.

Proses Budidaya hingga Panen

panen agroteknologi

Dr Abror menjelaskan bahwa dalam proses budidayanya, tanaman pakcoy disemai menggunakan media rockwool selama kurang lebih 14 hari hingga memiliki tiga sampai empat daun.

Setelah itu, bibit dipindahkan ke instalasi hidroponik untuk memasuki tahap pembesaran.

“Mahasiswa menggunakan sistem NFT dengan pemberian nutrisi AB Mix yang diracik sendiri. Setelah proses pemindahan dari tahap semai, tanaman membutuhkan waktu sekitar 28 hingga 30 hari hingga siap dipanen,” terangnya.

Hal tersebut jauh lebih singkat dibandingkan dengan proses penanaman konvensional yang memakan waktu sampai 40–45 hari.

Lihat Juga :  KKN P 40 Bawa Inovasi PMT Balita dan Lansia di Dua Dusun Desa Wonoploso

Selain waktu panen yang lebih cepat, menurutnya, metode hidroponik juga memiliki keunggulan dari sisi perawatan.

Sistem ini dinilai lebih bersih dan steril sehingga dapat menjadi alternatif budidaya yang mudah diterapkan oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

“Biasanya anak-anak muda itu kan ogah dengan berbau yang kotor-kotor, tetapi kalau model yang bersih seperti ini, siapapun bisa berbudidaya,” tambahnya.

Pada kegiatan panen tersebut, seluruh instalasi hidroponik yang tersedia berhasil menghasilkan tanaman pakcoy dengan kualitas baik.

“Dengan melihat hasil panen hari ini, kita bisa menunjukkan bahwa mahasiswa Agroteknologi Umsida mampu menghasilkan produk-produk yang kualitas baik dan nanti diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan produk-produk yang lain atau tanaman-tanaman yang lain dengan metode yang sama,” ungkapnya.

Dorong Riset dan Manfaat bagi Masyarakat

panen agroteknologi 5

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh, MSi, yang turut mengikuti panen pakcoy menyampaikan bahwa hasil budidaya tersebut menjadi salah satu bentuk karya mahasiswa Agroteknologi dalam mengembangkan pertanian modern di lingkungan kampus.

Ia menjelaskan bahwa pakcoy memiliki berbagai kandungan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan serta dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan.

Selain itu, budidaya tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas riset mahasiswa bidang pertanian.

“Ini menjadi bagian dari riset yang digunakan oleh teman-teman di pertanian di Umsida ini yang menjadi bagian dari atmosfer akademik di Umsida,” tutur Dr Hidayatulloh.

Dr Hidayatulloh berharap pengembangan hidroponik tersebut dapat memberikan inspirasi bagi warga kampus maupun masyarakat luas.

“Mudah-mudahan kegiatan ini lebih banyak memberikan manfaat, memberikan inspirasi bagi warga kampus dan juga masyarakat luas bahwa sesungguhnya kita ini bisa mengoptimalkan seluruh potensi yang kita miliki,” pungkasnya.(Dhona)

Bertita Terkini

DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 11, 2026By
Seminar Pojok Statistik Umsida Bahas Wearables untuk Pengukuran Kekuatan Otot
September 4, 2026By
Umsida dan UMG Perkuat Kurikulum Teknologi Pangan Berbasis Keunggulan Lokal
September 2, 2026By
Aslab Agroteknologi Umsida Pelajari Pengelolaan Laboratorium Pertanian di BRMP Jestro
August 31, 2026By
Agroteknologi Umsida Padukan Filosofi Jawa dan Teknologi untuk Pertanian Berkelanjutan
August 27, 2026By
FST Umsida Gandeng BUMD Hilirisasi Empat Inovasi Energi Surya
August 19, 2026By
Diseminasi KILAB 2026 Umsida Tampilkan Tiga Inovasi Laboran
August 13, 2026By
Coding Tak Lagi Rumit, Dr Hindarto Umsida Kenalkan Scratch kepada Guru MI Al Hikmah
August 7, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By