Fst.umsida.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerima kunjungan civitas akademika Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dalam kegiatan benchmarking kurikulum, Rabu (2/9/2026), di Ruang Rapat GKB 4 FST Umsida.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk berbagi praktik pengelolaan program studi, penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penguatan keunggulan pangan lokal, hingga persiapan akreditasi.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Umsida, Ir Iswanto ST MMT IPM, menyambut baik kedatangan rombongan UMG. Ia menjelaskan bahwa FST Umsida memiliki perjalanan panjang dalam mengembangkan bidang sains, teknologi, dan pertanian.
Menurutnya, Fakultas Sains dan Teknologi Umsida terbentuk dari penggabungan fakultas teknik dan fakultas pertanian. Kini, FST Umsida menaungi delapan program studi dengan beragam bidang keilmuan.
Iswanto juga menyampaikan bahwa capaian akreditasi unggul yang diperoleh sejumlah program studi menjadi hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika.
“Capaian tersebut lahir dari kerja keras, komitmen, serta semangat teman-teman dalam menjalankan setiap proses,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan benchmarking dapat menjadi kesempatan untuk saling belajar. Terutama dalam menyusun strategi pengembangan program studi dan menyiapkan kebutuhan akreditasi.
Kurikulum OBE dan Pembelajaran Berbasis Proyek
Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi Teknologi Pangan Umsida Rahmah Utami Budi Andari STP MP memaparkan profil Program Studi Teknologi Pangan Umsida.
Prodi Teknologi Pangan Umsida menerapkan kurikulum berbasis OBE dengan total 55 mata kuliah dan 146 SKS. Pembelajaran juga didukung melalui praktikum, project based learning, serta pembelajaran berbasis masalah dan studi kasus.
Kurikulum tersebut diarahkan untuk membentuk lulusan yang profesional, adaptif, kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi. Kompetensi lulusan juga diperkuat melalui penguasaan keamanan pangan, pangan halal, pengolahan pangan, manajemen mutu, hingga kewirausahaan.
Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar melalui riset kolaboratif, magang industri, program MSIB, serta KKN Tematik Membangun Desa.
Rahmah turut menjelaskan sejumlah aktivitas kerja sama yang telah dijalankan. Di antaranya joint research dengan Universitas Brawijaya, visiting lecture bersama Universitas Malaya dan Tottori University Jepang, serta kegiatan pengabdian berbasis inovasi pangan.
Pengembangan laboratorium turut menjadi perhatian dalam mendukung pembelajaran. Prodi Teknologi Pangan Umsida memiliki Laboratorium Pengembangan Produk, Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Pangan, serta Laboratorium Uji Sensoris.
UMG Gali Keunggulan Pangan Lokal
Kaprodi Teknologi Pangan UMG, Sutrisno Adi Prayitno STP MP, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi pengalaman benchmarking pertama bagi program studinya.
Ia menjelaskan bahwa Prodi Teknologi Pangan UMG berdiri pada akhir September 2019. Karena itu, pihaknya masih terus memetakan keunggulan yang dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Sutrisno menilai Teknologi Pangan Umsida memiliki perkembangan positif, baik dari sisi jumlah mahasiswa maupun berbagai prestasi yang diraih. Hal tersebut menjadi alasan UMG memilih Umsida sebagai mitra untuk belajar dan bertukar pengalaman.
“Banyak pilihan tempat benchmarking, tetapi kami melihat Umsida sebagai tempat yang tepat untuk menggali pengalaman dan berguru,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti adanya kesamaan arah pengembangan kedua program studi, khususnya pada pemanfaatan pangan lokal. UMG saat ini menaruh perhatian pada komoditas umbi-umbian dan kacang tanah sebagai potensi unggulan.
Melalui benchmarking ini, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk kerja sama. Kolaborasi tersebut dapat mendukung pengembangan institusi, penguatan kurikulum, serta peningkatan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa Teknologi Pangan.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

















