Inovasi Tepung Pakcoy Hidroponik, Cara Baru Warga Sumorame Naikkan Nilai Panen

Fst.umsida.ac.id – Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengenalkan inovasi tepung pakcoy kepada Kelompok Tabulampot RW XI Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat (10/04/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil panen hidroponik sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen Teknologi Pangan Umsida, di antaranya Prof Dr Ir Andriani Eko Prihatiningrum, MS, Rima Azara STP MP, serta Rahmah Utami Budiandari, STP MP, yang turut memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat.

RW XI Jadi Contoh Pemberdayaan Berbasis Lahan Sempit

RW XI Desa Sumorame menjadi salah satu wilayah yang konsisten mengembangkan tanaman organik, termasuk pakcoy, melalui sistem hidroponik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari keberhasilan desa dalam meraih penghargaan RT berprestasi tingkat Kabupaten Sidoarjo tahun 2024. “Masyarakat di sini sudah terbiasa produktif meskipun dengan lahan terbatas,” kata Rahmah Utami.

Kolaborasi antara Pusat Studi Pangan dan Perikanan Umsida serta Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEPA) turut memperkuat kegiatan ini. Materi awal disampaikan terkait optimalisasi lahan sempit sebagai solusi ketahanan pangan keluarga. “Hidroponik ini bukan hanya tren, tapi kebutuhan di tengah keterbatasan lahan,” ujar Rahmah Utami.

Pakcoy Dipilih karena Mudah dan Bernutrisi Tinggi

Tanaman pakcoy dipilih karena memiliki keunggulan dalam budidaya yang mudah serta kandungan nutrisi yang tinggi. Tanaman ini mampu tumbuh di berbagai kondisi lingkungan dan cocok untuk skala rumah tangga. “Pakcoy ini fleksibel, mudah ditanam, dan cepat panen,” ungkap Rahmah Utami.

Selain itu, kandungan gizi seperti protein, kalsium, zat besi, hingga vitamin C menjadikan pakcoy berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Potensi ini yang kemudian mendorong tim pengabdi untuk menghadirkan inovasi lanjutan. “Sayang kalau hanya dikonsumsi sebagai sayur biasa,” tambah Rahmah Utami.

Tepung Pakcoy Jadi Solusi Pascapanen

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi petani adalah hasil panen yang cepat layu dan mudah busuk. Melalui inovasi tepung pakcoy, masalah tersebut dapat diatasi dengan memperpanjang umur simpan produk. “Dengan dijadikan tepung, pakcoy bisa bertahan hingga berbulan-bulan,” jelas Rahmah Utami.

Proses pembuatan tepung dilakukan menggunakan alat food dehydrator untuk mengurangi kadar air, kemudian dihaluskan menjadi serbuk. Produk ini dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai olahan makanan. “Ini bisa jadi bahan puding, es krim, bahkan camilan sehat,” ujar Rahmah Utami.

Sebelum materi disampaikan, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas peluang usaha dari tepung pakcoy. “Kami ingin warga benar-benar paham dan siap mempraktikkan,” kata Rahmah Utami.

Penyerahan Alat Dukung Produksi Mandiri

Sebagai bentuk dukungan nyata, tim pengabdian menyerahkan alat food dehydrator kepada kelompok Tabulampot dan vacuum sealer kepada pihak desa. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat proses produksi dan menjaga kualitas produk. “Alat ini supaya bisa langsung digunakan untuk produksi,” ujar Rahmah Utami.

Dengan adanya inovasi ini, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian lokal secara mandiri. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. “Harapannya bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga,” pungkas Rahmah Utami.

Bertita Terkini

Himagro Umsida Dorong Rempah Wonosunyo Jadi Jamu Kering Bernilai Ekonomi
July 23, 2026By
ICSSET 2026 Umsida Perkuat Kolaborasi Global untuk Energi dan Keamanan Pangan Berkelanjutan
July 8, 2026By
SDGs Center Umsida Hadiri Forum Nasional Bappenas, Percepat Capaian SDGs 2030
July 4, 2026By
Studi Banding POTIK Umsida dan Universitas Telkom Surabaya Perkuat Literasi Data
June 30, 2026By
Puspita Della Aini, Wisudawan Terbaik Teknologi Pangan Umsida dengan IPK 4.00
June 28, 2026By
Expo Saintek 2026 Hadirkan Lomba dan Pameran Inovasi Mahasiswa di Kampus 2 umsida
June 18, 2026By
Lulus Tepat Waktu Yudisium FST Umsida, 250 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana
June 15, 2026By
Dari Rumput Laut Jadi Beras Sehat, Tim Umsida Lolos P2MW 2026
June 11, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By