Fst.umsida.ac.id – Abdimas Umsida menggelar program pemberdayaan peternak rumahan di Perumahan Bhayangkara Sidoarjo. Program ini berfokus pada pengadaan kandang, penggemukan ayam kampung lokal, sistem pendataan pemeliharaan, dan web penjualan ayam.
Kegiatan ini menyasar tujuh peternak rumahan yang memanfaatkan lahan sempit di lingkungan perumahan. Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk mengembangkan usaha ternak skala kecil yang sederhana dan mudah dipantau.
Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Pembagian kandang dan ayam dilakukan pada Maret 2026. Setiap peternak menerima satu kandang dan dua ekor ayam kampung lokal untuk dipelihara secara mandiri.
Sosialisasi sistem pendataan pemeliharaan kemudian dilaksanakan pada 20 Mei 2026. Tim Abdimas Umsida diketuai oleh Ir Al Machfud WDP MM. Anggota tim terdiri atas Dr Yunianita Rahmawati SKom MKom dan Anis Farihah SThI MThI.
Peternak Rumahan Perlu Pendataan

Ketua tim pengabdian, Ir Al Machfud WDP MM, menjelaskan bahwa peternakan rumahan memiliki peluang untuk dikembangkan. Namun, usaha kecil ini sering menghadapi kendala dalam pencatatan data pemeliharaan.
Data yang perlu dicatat meliputi jumlah ayam, kondisi kandang, pemberian pakan, pertumbuhan ayam, kesehatan ayam, dan biaya operasional.
“Program ini tidak hanya memberi kandang dan ayam, tetapi juga mengenalkan sistem pendataan agar peternak dapat memantau pemeliharaan secara lebih rapi. Data yang tercatat dapat membantu peternak mengetahui kebutuhan pakan, kondisi kesehatan ayam, dan biaya pemeliharaan,” ujarnya.
Menurutnya, pencatatan penting dilakukan meskipun usaha ternak masih berskala kecil. Dengan data yang rapi, peternak dapat mengambil keputusan secara lebih tepat.
Sistem Pendataan dan Web Penjualan

Sistem pendataan yang dikenalkan mencakup data ayam, data kandang, penempatan ayam, pemberian pakan, pertumbuhan ayam, kesehatan ayam, dan pengeluaran.
Melalui sistem ini, peternak dapat mencatat pemberian pakan harian, perkembangan pertumbuhan mingguan, hingga biaya selama masa pemeliharaan. Pada tahap awal, laporan masih difokuskan pada pemeliharaan dan penggemukan ayam kampung lokal.
Selain sistem pendataan, program ini juga dilengkapi dengan web penjualan ayam. Web tersebut membantu peternak menampilkan informasi ayam kampung lokal yang siap dijual kepada calon pembeli.
Salah satu peternak penerima manfaat, Pak Hasan, menyampaikan bahwa program ini sangat membantu masyarakat memulai usaha kecil dari rumah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena kami mendapat bantuan kandang dan ayam untuk dipelihara. Sistem pendataan juga membantu kami mengetahui kondisi ayam, kebutuhan pakan, dan biaya pemeliharaan dengan lebih jelas. Selain itu, adanya web penjualan ayam juga membantu kami memperkenalkan ayam yang siap dijual kepada calon pembeli,” ujarnya.
Melalui program ini, peternakan ayam kampung lokal di lahan sempit diharapkan menjadi kegiatan produktif bagi masyarakat perumahan. Ke depan, program ini dapat dikembangkan melalui penambahan peternak, peningkatan kapasitas kandang, dan penguatan web penjualan ayam.
Penulis: Dr Yunianita Rahmawati SKom MKom
Editor: Annifa Umma’yah Bassiroh

















