Seminar Proposal Penelitian Internasional, FST Umsida Hadirkan Pakar IIUM

fst.umsida.ac.id – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menyelenggarakan Seminar Tata Cara Pembuatan Draft Proposal Penelitian Internasional dalam rangka Program Diaspora Berdampak ke-1 pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Ali Sopian dari International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai narasumber untuk berbagi wawasan mengenai penyusunan proposal penelitian yang berkualitas dan berdaya saing internasional.

Dalam seminar tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai aspek penting dalam penyusunan proposal penelitian internasional, mulai dari menentukan kebaruan penelitian (novelty), mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap), menyusun metodologi, hingga merencanakan anggaran dan luaran penelitian. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya proposal yang inovatif, realistis, terukur, serta memiliki manfaat yang jelas.

Kebaruan dan Dampak Menjadi Kunci Proposal Penelitian Internasional

Assoc. Prof. Dr. Ali Sopian menjelaskan bahwa proposal penelitian yang kuat perlu memiliki kebaruan atau novelty. Peneliti harus mampu menunjukkan hal baru yang ditawarkan melalui penelitian, sekaligus menjelaskan perbedaannya dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Selain kebaruan, dampak penelitian juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Proposal perlu menjelaskan manfaat yang dapat dihasilkan, baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun bagi masyarakat. Keterkaitan penelitian dengan Sustainable Development Goals (SDGs) juga dapat menjadi pertimbangan, terutama ketika proposal ditujukan untuk memperoleh pendanaan penelitian internasional.

Menurut materi yang disampaikan, proposal penelitian yang baik tidak cukup hanya menawarkan ide menarik. Peneliti juga perlu menunjukkan bahwa gagasan tersebut dapat dilaksanakan dengan sumber daya yang tersedia, memiliki tujuan yang terukur, dan mempertimbangkan berbagai risiko selama proses penelitian.

Tahapan Penyusunan Proposal Penelitian Internasional

Penyusunan proposal penelitian internasional perlu dilakukan secara sistematis. Tahap awal yang perlu diperhatikan adalah memahami skema pendanaan yang dituju, termasuk persyaratan, ketentuan, dan fokus penelitian yang ditetapkan oleh pemberi dana.

Selanjutnya, peneliti perlu merumuskan permasalahan penelitian secara jelas, menyusun tinjauan pustaka, menentukan kesenjangan penelitian, serta merumuskan pertanyaan atau hipotesis penelitian. Tujuan penelitian kemudian disusun agar selaras dengan permasalahan yang ingin dijawab.

Proposal juga perlu menjelaskan metodologi yang akan digunakan, kebutuhan sumber daya, kelayakan pelaksanaan, serta risiko yang mungkin muncul. Pada bagian akhir, peneliti perlu menguraikan kontribusi, luaran, dan manfaat yang diharapkan dari penelitian tersebut.

Seluruh bagian proposal harus saling berkaitan. Permasalahan yang dirumuskan perlu sesuai dengan tujuan, sedangkan metode yang dipilih harus mampu membantu peneliti mencapai tujuan tersebut.

Pentingnya Studi Literatur dalam Proposal Penelitian

Studi literatur menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan proposal penelitian internasional. Melalui kajian terhadap penelitian terdahulu, peneliti dapat memahami perkembangan topik yang diteliti, mengetahui temuan yang sudah tersedia, serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu dikaji lebih lanjut.

Peneliti perlu menggunakan sumber ilmiah yang relevan dan memperhatikan perkembangan terbaru dalam bidang penelitian. Publikasi dari lima tahun terakhir dapat menjadi acuan penting untuk memahami perkembangan riset, dengan tetap mempertimbangkan sumber terdahulu yang memang diperlukan.

Hasil studi literatur kemudian digunakan untuk memperkuat alasan dilakukannya penelitian. Dengan demikian, kebaruan yang ditawarkan tidak hanya berupa klaim, tetapi memiliki dasar yang jelas berdasarkan penelitian sebelumnya.

Metodologi Harus Selaras dengan Tujuan Penelitian

Metodologi merupakan bagian yang menjelaskan bagaimana penelitian akan dilaksanakan untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Karena itu, pemilihan metode perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian, kemampuan tim, serta fasilitas dan sumber daya yang tersedia.

Dalam penyusunan proposal, peneliti juga perlu mempertimbangkan kelayakan teknis dan waktu pelaksanaan. Gagasan penelitian yang menarik perlu didukung oleh rancangan kerja yang realistis agar dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Sebagai ilustrasi, penelitian mengenai peningkatan keluaran panel surya bifasial dapat dilakukan dengan menguji penggunaan reflektor atau cermin untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil energi yang dihasilkan. Contoh tersebut menunjukkan pentingnya merancang pengujian yang jelas agar gagasan penelitian dapat dievaluasi melalui hasil yang terukur.

Perencanaan Anggaran dan Risiko Penelitian

Selain metodologi, perencanaan anggaran menjadi aspek yang perlu diperhatikan sejak awal. Peneliti harus memastikan bahwa kebutuhan biaya sesuai dengan kegiatan yang direncanakan, sumber daya yang tersedia, serta ketentuan pendanaan yang dituju.

Setiap skema pendanaan dapat memiliki aturan anggaran dan durasi penelitian yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman terhadap panduan pendanaan menjadi langkah penting sebelum proposal diajukan.

Peneliti juga perlu mengantisipasi kemungkinan kendala selama pelaksanaan penelitian. Perencanaan alternatif atau plan B dapat membantu peneliti menentukan langkah yang akan diambil apabila metode, peralatan, jadwal, atau aspek lain tidak berjalan sesuai rencana.

Dengan mempertimbangkan risiko sejak tahap perencanaan, proposal dapat menunjukkan bahwa penelitian telah disusun secara matang dan memperhatikan kemungkinan hambatan yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan.

Pemanfaatan AI dalam Penyusunan Proposal Penelitian

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyusunan proposal penelitian, terutama dalam mendukung penulisan dan perbaikan bahasa.

Namun, penggunaan AI tetap memerlukan pemeriksaan secara cermat oleh peneliti. Informasi, referensi, dan isi yang dihasilkan perlu diverifikasi agar sesuai dengan kebutuhan penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Peneliti tetap bertanggung jawab atas keseluruhan isi proposal yang disusun. Oleh sebab itu, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses berpikir kritis, analisis ilmiah, dan penilaian peneliti.

Kolaborasi Internasional Perlu Memberikan Manfaat bagi Semua Pihak

Dalam penelitian internasional, kolaborasi menjadi salah satu aspek yang perlu direncanakan dengan baik. Kerja sama antarpihak perlu disertai pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas agar setiap mitra dapat berkontribusi sesuai dengan keahlian dan sumber daya yang dimiliki.

Selain itu, proposal perlu menunjukkan manfaat kerja sama bagi seluruh pihak yang terlibat. Dengan pembagian peran yang tepat dan tujuan yang disepakati bersama, kolaborasi dapat mendukung pelaksanaan penelitian sekaligus memperkuat kontribusi ilmiah yang dihasilkan.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan semakin memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal penelitian internasional, mulai dari penguatan kebaruan dan studi literatur hingga perencanaan metodologi, anggaran, serta kolaborasi. Pemahaman tersebut dapat menjadi bekal bagi sivitas akademika dalam menyiapkan proposal penelitian yang lebih terarah, layak dilaksanakan, dan memiliki dampak yang jelas.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas penelitian dan memperluas peluang kolaborasi akademik di tingkat internasional melalui penyusunan proposal yang sistematis dan sesuai dengan ketentuan pendanaan yang dituju.

penulis : Amelia

Bertita Terkini

Yudisium FST umsida Lepas 190 Lulusan, Dekan Ingatkan Pentingnya Ciptakan Peluang Kerja
October 19, 2026By
KTG Indonesia Kupas Peran Geosintetik dalam Konstruksi Modern
October 9, 2026By
Civil Talk Teknik Sipil umsida Hadirkan Praktisi Industri Bahas Teknologi Geosintetik
October 8, 2026By
Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Raih Juara 3 Mandalika Competition 2026 Lewat Inovasi ION-BLADE REVOLUTION
October 7, 2026By
Umsida Kembangkan Teknologi Gula Kelapa NectarLo Siap Ekspor
October 2, 2026By
FST Umsida Sosialisasikan Magang Jepang di Daihatsu Bersama BREXA Indonesia
October 1, 2026By
Tim Jenggolo UMSIDA Siap Berlaga di KMHE 2026 dengan Inovasi Kendaraan Hemat Energi Arshaka V2
September 30, 2026By
Perubahan Iklim Jadi Tantangan Ketahanan Pangan, Pakar Umsida Beri Solusi
September 25, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By