Umsida Kembangkan Teknologi Gula Kelapa NectarLo Siap Ekspor

Fst.umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama PT Dellima Nira Natural menjalankan hilirisasi riset untuk mengembangkan teknologi produksi gula kelapa. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (17/9).

Program tersebut bertajuk “Inovasi Teknologi Pengaduk dan Pemasak Nira Otomatis untuk Revitalisasi Sustainable Entrepreneurship Gula Kelapa Siap Ekspor.”

Pengembangan Gula Kelapa Berorientasi Ekspor

ekspor gula kelapa

Produk gula kelapa dalam program ini dipasarkan dengan merek “NectarLo”. Produk tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing, sehingga berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Tim pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) dipimpin oleh Dr Ir A’rasy Fahruddin ST MT dari Program Studi Teknik Mesin. Ia didampingi Lukman Hudi dari Program Studi Teknologi Pangan, Dr Izza Anshory ST MT dari Magister Inovasi Sistem dan Teknologi (MIST), serta Dr Mulyadi ST MT dari Program Studi Teknik Mesin.

Program ini memperoleh dukungan dari Program Prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Hilirisasi Riset Ajakan Industri. Skema tersebut mempertemukan peran perguruan tinggi dengan mitra industri dalam penerapan hasil riset.

Ketua tim, Dr A’rasy, menjelaskan bahwa kegiatan Abdimas ini berfokus pada pengujian serta evaluasi sejumlah teknologi yang mendukung proses produksi gula kelapa khas Sidoarjo.

“Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses hilirisasi hasil riset Umsida agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara nyata oleh mitra industri,” jelasnya.

Ia menilai kolaborasi lintas disiplin menjadi unsur penting dalam pengembangan teknologi tersebut. Pasalnya, proses produksi gula kelapa memerlukan keterpaduan aspek mekanik, kelistrikan, pengolahan pangan, hingga pengendalian proses produksi.

Pengujian Teknologi Produksi Gula Kelapa

ekspor gula kelapa

Tim melakukan pengujian alat pengaduk dan pemasak nira otomatis sebagai salah satu teknologi utama dalam pengembangan produksi gula kelapa. Peralatan tersebut membantu proses pengadukan dan pemasakan nira agar berlangsung lebih terkendali.

Selain itu, dilakukan pula pengujian mesin pengayak untuk mendukung produksi gula kelapa dengan ukuran partikel yang lebih seragam.

“Pengujian ini dilakukan untuk mendukung konsistensi mutu produk, terutama apabila gula kelapa akan dipasarkan dalam bentuk bubuk dan dikemas sebagai produk siap konsumsi,” terangnya.

Teknologi lain yang turut diuji ialah mesin pengering atau dehidrator. Peralatan ini berfungsi membantu pengendalian kadar air produk agar mutu dan kestabilan gula kelapa selama penyimpanan tetap terjaga.

Pengendalian kadar air menjadi bagian penting dalam menghasilkan produk dengan karakteristik yang stabil serta sesuai untuk kebutuhan pengemasan dan distribusi.

Tim juga menguji mesin penyangrai untuk menghasilkan proses penyangraian yang lebih terukur dan merata dibandingkan metode manual.

Selanjutnya, parameter operasional mesin akan dievaluasi untuk menemukan kondisi yang sesuai dengan karakteristik produk NectarLo.

Pada tahap akhir, tim melakukan pengujian mesin vertical band sealer. Mesin tersebut membantu proses penyegelan kemasan gula kelapa agar tampil lebih rapi, kuat, dan konsisten.

Pengembangan teknologi pengemasan menjadi bagian penting untuk mendukung kesiapan NectarLo memasuki pasar yang lebih luas dengan kualitas kemasan yang memenuhi kebutuhan konsumen.

Seluruh proses pengujian dilaksanakan secara terintegrasi untuk melihat kinerja setiap peralatan dan keterkaitannya dalam alur produksi, mulai dari bahan baku hingga produk siap dikemas.

Hasil pengujian akan menjadi dasar evaluasi serta penyempurnaan teknologi, baik dari sisi performa mesin, efisiensi produksi, kualitas produk, maupun kemudahan penggunaan oleh mitra.

Kegiatan ini juga melibatkan Herty dari PT Dellima Nira Natural. Masukan dari pihak mitra menjadi pertimbangan penting agar teknologi yang diterapkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan produksi dan pengembangan gula kelapa NectarLo. (A’rasy)

Bertita Terkini

FST Umsida Sosialisasikan Magang Jepang di Daihatsu Bersama BREXA Indonesia
October 1, 2026By
Tim Jenggolo UMSIDA Siap Berlaga di KMHE 2026 dengan Inovasi Kendaraan Hemat Energi Arshaka V2
September 30, 2026By
Perubahan Iklim Jadi Tantangan Ketahanan Pangan, Pakar Umsida Beri Solusi
September 25, 2026By
Fortama FST umsida 2026 Bekali 620 Mahasiswa Baru Menuju Dunia Profesional
September 21, 2026By
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 11, 2026By
Agroteknologi Umsida Panen Pakcoy Hidroponik, Wujudkan Smart Farming di Lahan Sempit
September 9, 2026By
Seminar Pojok Statistik Umsida Bahas Wearables untuk Pengukuran Kekuatan Otot
September 4, 2026By
Umsida dan UMG Perkuat Kurikulum Teknologi Pangan Berbasis Keunggulan Lokal
September 2, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By