Coding Tak Lagi Rumit, Dr Hindarto Umsida Kenalkan Scratch kepada Guru MI Al Hikmah

Fst.umsida.ac.id – Dr Hindarto SKom MT, dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), berhasil memperoleh Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek Berdampak Tahun 2026.

Melalui hibah tersebut, Dr Hindarto bersama tim menjalankan program pendampingan pembelajaran coding berbasis Scratch. Program ini ditujukan bagi guru MI Muhammadiyah Al Hikmah Mojosari, Mojokerto, Sabtu (01/08/2026).

Sebanyak 10 guru mengikuti kegiatan tersebut. Mereka belajar menggunakan Scratch sebagai media pembelajaran sekaligus sarana untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan computational thinking.

Menurut Dr Hindarto, pembelajaran coding di tingkat pendidikan dasar tidak harus dimulai dengan bahasa pemrograman yang rumit. Guru dapat mengenalkan konsep dasar coding melalui pendekatan yang lebih sederhana dan visual.

“Coding pada dasarnya mengajarkan bagaimana kita menyusun instruksi secara logis dan sistematis. Melalui Scratch, konsep tersebut dapat dipelajari dengan cara yang lebih sederhana, visual, dan menyenangkan sehingga lebih mudah diterapkan oleh guru maupun nantinya oleh siswa,” jelasnya.

Hibah Kemdiktisaintek Perkuat Kompetensi Digital Guru

Program pengabdian ini berangkat dari kebutuhan guru dalam menghadapi perkembangan pembelajaran berbasis digital.

Sebelumnya, sebagian guru masih memiliki pemahaman terbatas mengenai konsep dasar coding. Selain itu, pengalaman mereka dalam menggunakan Scratch juga masih minim.

Penerapan computational thinking dalam pembelajaran juga belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, tim Dr Hindarto menghadirkan pendampingan yang menggabungkan teori dan praktik.

Menurutnya, dukungan Hibah Kemdiktisaintek memberikan kesempatan bagi tim untuk menjalankan program yang berdampak langsung kepada guru.

“Kami ingin kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang benar-benar dapat diterapkan setelah pelatihan selesai. Guru tidak hanya mengenal Scratch, tetapi juga mampu membuat media pembelajaran sendiri dan mengembangkan pola berpikir komputasional dalam kegiatan belajar mengajar,” ungkap Dr Hindarto.

Kegiatan dimulai dengan analisis kebutuhan dan pre-test. Setelah itu, peserta mendapatkan materi dasar serta demonstrasi penggunaan Scratch.

Selanjutnya, guru melakukan praktik secara langsung. Mereka juga menyusun rancangan pembelajaran, mempresentasikan hasil, melakukan refleksi, hingga mengikuti post-test.

Dalam sesi praktik, peserta mengenal berbagai blok perintah Scratch. Beberapa di antaranya adalah gerak, tampilan, suara, pengulangan, percabangan, dan interaksi antarkarakter.

Kemampuan Coding Scratch Guru Meningkat

Penggunaan sistem berbasis blok membantu guru memahami coding dengan lebih mudah. Peserta dapat melihat hubungan antara instruksi, alur program, dan hasil yang muncul pada layar.

Selain itu, setiap perubahan pada susunan blok dapat langsung terlihat melalui animasi maupun media interaktif. Dengan cara tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis.

Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang signifikan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 63,60 pada pre-test menjadi 96,00 pada post-test.

Artinya, terdapat peningkatan sebesar 32,40 poin atau 50,94 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa praktik berbasis proyek mampu membantu guru memahami konsep dasar coding dan computational thinking.

Tidak hanya itu, peserta juga berhasil membuat berbagai proyek sederhana. Mereka menghasilkan animasi edukatif, cerita digital, kuis interaktif, dan media pembelajaran berbasis Scratch.

Dalam proses tersebut, guru belajar memecah masalah menjadi bagian yang lebih sederhana. Mereka juga berlatih mengenali pola, menyusun langkah penyelesaian, serta memperbaiki kesalahan pada program.

“Yang terpenting bukan hanya guru mampu menjalankan Scratch, tetapi bagaimana proses membuat proyek tersebut melatih mereka berpikir logis, kreatif, dan sistematis. Keterampilan inilah yang nantinya dapat ditransfer kepada peserta didik,” terang Dr Hindarto.

Scratch Didorong Masuk Pembelajaran MI

Dr Hindarto menilai Scratch cocok digunakan untuk mengenalkan coding pada jenjang pendidikan dasar. Sebab, platform tersebut memiliki tampilan visual dan sistem berbasis blok yang mudah digunakan pemula.

Guru juga dapat menyesuaikan proyek Scratch dengan mata pelajaran dan kebutuhan siswa. Dengan demikian, Scratch dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.

Selain meningkatkan kompetensi digital guru, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut berkaitan dengan Target 4.4 tentang peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, kegiatan ini mendukung Target 4.c mengenai penguatan kapasitas guru.

Sebagai tindak lanjut, tim Dr Hindarto mendorong penyusunan modul pembelajaran Scratch dan pendampingan lanjutan. Tim juga mendorong guru untuk menerapkan proyek Scratch bersama siswa MI Muhammadiyah Al Hikmah Mojosari.

“Kami berharap setelah pendampingan ini guru dapat terus mengembangkan media pembelajaran berbasis Scratch dan mengenalkannya kepada siswa. Jadi, manfaat program tidak berhenti pada saat pelatihan saja, tetapi bisa menjadi bagian dari pembelajaran yang berkelanjutan di madrasah,” pungkas Dr Hindarto.

Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

Bertita Terkini

Dosen Umsida dan Unusida Kenalkan Coding Scratch kepada Siswa MI Al Hikmah Mojosari
August 6, 2026By
PPK Ormawa HIMAGRO Umsida Perkuat Layanan Posyandu Balita Desa Wonosunyo
August 3, 2026By
SIGAP POSYANDU Hadir di Desa Gelam, umsida Dukung Digitalisasi Layanan Kesehatan Masyarakat
July 31, 2026By
Himagro Umsida Dorong Rempah Wonosunyo Jadi Jamu Kering Bernilai Ekonomi
July 23, 2026By
ICSSET 2026 Umsida Perkuat Kolaborasi Global untuk Energi dan Keamanan Pangan Berkelanjutan
July 8, 2026By
SDGs Center Umsida Hadiri Forum Nasional Bappenas, Percepat Capaian SDGs 2030
July 4, 2026By
Studi Banding POTIK Umsida dan Universitas Telkom Surabaya Perkuat Literasi Data
June 30, 2026By
Puspita Della Aini, Wisudawan Terbaik Teknologi Pangan Umsida dengan IPK 4.00
June 28, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By