Lebih Dekat dengan Inovasi Mahasiswa Teknik Sipil Umsida di Civil Day 2 2026

Fst.umsida.ac.id – Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menggelar Civil Day 2 2026 bertema Engineering Innovation for Sustainable Infrastructure di halaman Kampus 2 Umsida pada Kamis, (18/6/2026).

Di sini para mahasiswa memamerkan hasil pembelajaran dan inovasi yang lahir dari berbagai mata kuliah Teknik Sipil.

Sebanyak sepuluh karya ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari bidang struktur, material konstruksi, hingga hidrolika.

Beberapa inovasi yang dipamerkan antara lain Simulasi Headloss Pada Pipa, Venturimeter Hidrolika, Tuban Oil Terminal, BoB-125, Bringing Javanese Culture to Life, Sugarcrete Ramah Lingkungan, Project O-BREATHE, EcoPlast Paving, Hydrovolt Mini, dan Agrogreat.

Reward untuk Mahasiswa Teknik Sipil

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Civil Day 2 tahun ini menghadirkan sistem penghargaan bagi karya terbaik mahasiswa.

Kaprodi Teknik Sipil Umsida, Dr Atik Wahyuni ST MT, menjelaskan bahwa terdapat empat kategori utama yang menjadi dasar penilaian.

Kategori Terkonseptual menilai bagaimana mahasiswa menyusun proses perencanaan hingga menghasilkan model infrastruktur yang matang. S

ementara kategori Terfavorit diberikan berdasarkan penilaian juri dan pengunjung yang datang ke setiap stan pameran.

Adapun kategori Terpresentatif diberikan kepada mahasiswa yang mampu menjelaskan proses perancangan dan pembuatan model secara runtut dan mudah dipahami.

“Jadi tidak hanya membuat perencanaan kemudian membuat model, tetapi mereka juga harus bisa menjelaskan alur perencanaan sampai proses pembuatannya,” jelasnya.

Sedangkan kategori Terunik menyoroti aspek kreativitas dan inovasi yang ditampilkan mahasiswa dalam setiap karya.

“Kami harap ini menjadi cikal bakal teman-teman untuk lebih bersemangat mengikuti kompetisi seperti Kontes Bangunan Gedung Indonesia maupun Kontes Jembatan Indonesia,” tuturnya.

Bringing Javanese Culture to Life Angkat Konstruksi Rumah Joglo

Karya pertama yang menarik perhatian pengunjung adalah Bringing Javanese Culture to Life, miniatur Rumah Joglo yang dibangun menggunakan sistem sambungan kayu tanpa paku.

Lihat Juga :  KKNP 55 Umsida Ajak Siswa SDN Padi Belajar Menabung dan Berantas Bullying Melalui Kegiatan Edukatif

Nabil Fadkur Rahmatullah, mahasiswa Teknik Sipil semester dua, mengatakan bahwa ide tersebut berasal dari pembelajaran mata kuliah Ilmu Bahan yang membahas struktur dan sambungan kayu.

“Ini inovasinya kita ambil bangunan kayu karena tidak pakai paku sama sekali. Jadi full mengadaptasi dari sambungannya saja,” ujarnya.

Menurut Nabil, pemilihan Rumah Joglo juga bertujuan mengenalkan budaya lokal Jawa Timur sekaligus menunjukkan kekuatan konstruksi tradisional berbahan kayu.

Sugarcrete Ramah Lingkungan Manfaatkan Ampas Tebu

inovasi teknik sipil 2

Inovasi lain yang dipamerkan adalah Sugarcrete Ramah Lingkungan, partisi dinding dekoratif berbahan dasar limbah ampas tebu.

Muhammad M Miftakhurrozaak menjelaskan bahwa bahan utama diperoleh dari ampas tebu bekas penggilingan yang kemudian dipadukan dengan perekat berbasis semen dan kapur.

Proses pengembangan produk dimulai dari percobaan selama dua minggu.

“Kami akan melakukan pengujian lanjutan terkait daya tahan material, termasuk ketahanannya terhadap jamur dan kondisi lingkungan,” tuturnya.

BoB-125 Kenalkan Pentingnya Perencanaan Struktur Jembatan

inovasi teknik sipil 2

Karya berikutnya adalah BoB-125 (Bridge of Balance 125), model jembatan komposit yang menggabungkan struktur baja dan beton.

Muhammad Catur Aprilio Extrada menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan implementasi pembelajaran mata kuliah Jembatan yang dipadukan dengan materi struktur baja dan struktur beton.

Model jembatan dibuat melalui tahapan perencanaan dua dimensi, pemodelan tiga dimensi menggunakan SketchUp, hingga pencetakan dengan teknologi 3D printing.

Menurutnya, bagian tersulit bukan pembuatan model, melainkan proses perhitungan beban kendaraan, tekanan struktur, dan analisis kekuatan jembatan.

“Jembatan itu tidak asal dibangun. Ada perhitungan yang menentukan apakah struktur tersebut kuat dan aman digunakan,” jelasnya.(Romadhona)

Bertita Terkini

FST Umsida Gandeng BUMD Hilirisasi Empat Inovasi Energi Surya
August 19, 2026By
Diseminasi KILAB 2026 Umsida Tampilkan Tiga Inovasi Laboran
August 13, 2026By
Coding Tak Lagi Rumit, Dr Hindarto Umsida Kenalkan Scratch kepada Guru MI Al Hikmah
August 7, 2026By
Dosen Umsida dan Unusida Kenalkan Coding Scratch kepada Siswa MI Al Hikmah Mojosari
August 6, 2026By
PPK Ormawa HIMAGRO Umsida Perkuat Layanan Posyandu Balita Desa Wonosunyo
August 3, 2026By
SIGAP POSYANDU Hadir di Desa Gelam, umsida Dukung Digitalisasi Layanan Kesehatan Masyarakat
July 31, 2026By
Himagro Umsida Dorong Rempah Wonosunyo Jadi Jamu Kering Bernilai Ekonomi
July 23, 2026By
ICSSET 2026 Umsida Perkuat Kolaborasi Global untuk Energi dan Keamanan Pangan Berkelanjutan
July 8, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By