Fst.umsida.ac.id – Tim peneliti dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengembangkan sistem pendingin panel surya berbasis Internet of Things (IoT) yang terbukti mampu meningkatkan produksi energi listrik secara signifikan. Inovasi ini menjadi jawaban atas masalah umum panel surya yang mengalami penurunan performa saat suhu permukaan terlalu tinggi.
Penelitian berjudul Internet of Things Based Solar Panel Cooling Effectiveness: Automatic and Manual Pump Comparison dilakukan oleh Nur Muhammad Abdillah, Izza Anshory, Jamaaluddin, Shazana Dhiya Ayuni, dan Andrew Joewono. Studi tersebut dipublikasikan dalam Protek: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro edisi Januari 2026.
Dalam penelitian ini, tim membandingkan tiga mode operasional panel surya, yakni tanpa pendingin, pendingin manual, dan pendingin otomatis berbasis IoT. Sistem pendingin menggunakan pompa air yang dikendalikan mikrokontroler ESP32 serta sensor suhu untuk memantau temperatur panel secara real time.
Pendingin Otomatis Turunkan Suhu Panel
Hasil pengujian menunjukkan bahwa mode otomatis menjadi yang paling efektif. Sistem mampu menurunkan suhu rata-rata panel hingga 8,84 derajat Celsius dibandingkan panel tanpa pendingin. Suhu panel yang lebih stabil membuat kinerja panel surya tetap optimal, terutama saat siang hari ketika paparan matahari sedang tinggi.
Sementara itu, sistem manual yang menyalakan pompa setiap satu jam selama lima menit hanya mampu menurunkan suhu sebesar 6,68 derajat Celsius. Hal ini menunjukkan bahwa pendinginan berbasis sensor jauh lebih adaptif dibanding sistem berbasis jadwal tetap.
Produksi Energi Naik Hingga 69 Persen
Tak hanya menurunkan suhu, sistem pendingin otomatis juga meningkatkan hasil energi harian panel surya hingga 69,19 persen dibanding mode tanpa pendingin. Setelah dikurangi konsumsi listrik pompa, keuntungan energi bersih tetap tercatat sebesar 36,05 persen.
Peneliti menilai teknologi ini berpotensi diterapkan pada pembangkit listrik tenaga surya skala rumah tangga maupun industri, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia yang memiliki intensitas matahari tinggi sepanjang tahun.
Dukungan Energi Bersih Masa Depan
Riset ini menunjukkan bahwa integrasi IoT dengan energi terbarukan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih. Meski pengujian masih dilakukan selama satu hari, tim peneliti merekomendasikan studi lanjutan dengan kondisi cuaca yang lebih beragam agar hasilnya semakin komprehensif.
Sumber: Jurnal
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

















