Fst.umsida.ac.id – Berbagai krisis lingkungan yang terjadi saat ini menjadi peringatan bagi manusia untuk lebih bertanggung jawab terhadap bumi. Perubahan iklim, polusi, hingga kerusakan ekosistem menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam perlu diperbaiki.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, manusia memiliki peran penting sebagai khalifah di bumi.
“Menjadi khalifah bukan hanya soal ibadah ritual. Namun, manusia juga memiliki tanggung jawab ekologis untuk menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai masalah lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Baca Juga: Kurangi Masalah Sampah, Dosen Umsida Buat Mesin Pencacah Sampah Organik Berbasis Fuzzy
Kerusakan Lingkungan Banyak Dipicu Aktivitas Manusia

Syamsudduha menjelaskan bahwa berbagai bencana lingkungan tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, kondisi tersebut merupakan dampak dari aktivitas manusia yang berlebihan.
Misalnya, penggunaan bahan bakar fosil yang tinggi dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Selain itu, deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam juga memperparah kerusakan lingkungan.
“Kerusakan lingkungan seperti polusi, pemanasan global, banjir, dan longsor banyak disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak bijak dalam memanfaatkan alam,” jelasnya.
Sementara itu, polusi udara, air, dan tanah juga menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia. Bahkan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, kesadaran untuk menjaga lingkungan perlu ditingkatkan sejak dini.
Islam Mengajarkan Manusia Menjaga Kelestarian Alam
Lebih lanjut, Syamsudduha menegaskan bahwa Islam sebenarnya telah memberikan prinsip dasar dalam menjaga keseimbangan alam. Salah satunya melalui larangan berbuat kerusakan di bumi.
Menurutnya, nilai tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat manusia.
“Dalam Al-Qur’an sudah ditegaskan agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. Artinya, menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah manusia sebagai khalifah,” katanya.
Dengan demikian, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu. Sebaliknya, setiap individu memiliki peran penting untuk merawat bumi.
Ia berharap masyarakat dapat memulai langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan menghemat energi, mengurangi sampah, serta menjaga kelestarian alam.
Melalui kesadaran tersebut, manusia diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai khalifah bumi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh
















