Fst.umsida.ac.id – Junior Agung Tegar Nugraha, mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), meraih Juara 1 pada ajang Batu Karate Challenge Series Open Tournament tingkat nasional yang digelar di GOR Gajah Mada, Kota Batu, setelah tampil unggul di kelas Kumite -75 Kg U 18TH+ Putra.
Keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Umsida dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga prestasi nonakademik. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga, mahasiswa didorong untuk mengembangkan karakter, kedisiplinan, dan mental juara yang berdampak positif bagi pembentukan kepribadian.
Konsisten Kembangkan Potensi Nonakademik
Sejak awal menempuh pendidikan di Umsida, Junior Agung Tegar Nugraha yang akrab disapa Tegar berkomitmen untuk menyeimbangkan prestasi akademik dengan pengembangan diri di bidang nonakademik. Olahraga bela diri karate menjadi pilihan yang ia tekuni secara konsisten karena dinilai mampu membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mengasah ketangguhan mental.
“Sejak awal kuliah di Umsida, saya berkomitmen tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif mengembangkan potensi diri di bidang nonakademik. Karate menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental saya,” ungkap Tegar.
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan dengan mengikuti Batu Karate Challenge Series Open Tournament, sebuah kejuaraan nasional yang mempertemukan atlet dari berbagai latar belakang dan daerah. Dalam ajang tersebut, Tegar turun pada kelas Kumite -75 Kg U 18TH+ (Putra), salah satu kelas yang menuntut kekuatan fisik, kecepatan, serta kecermatan strategi.
Persiapan Terencana dan Berkelanjutan Tegar
Prestasi Juara 1 yang diraih Tegar tidak datang secara instan. Ia menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan sejak satu bulan sebelum pertandingan dengan program latihan yang terencana dan berkelanjutan. Latihan rutin dijalani dua hingga tiga kali dalam sepekan dengan fokus pada penguatan teknik, peningkatan kondisi fisik, penyusunan strategi pertandingan, serta pembinaan mental.
“Persiapan saya lakukan sekitar satu bulan sebelum pertandingan. Latihan rutin dua sampai tiga kali seminggu, meliputi teknik, fisik, strategi, dan mental,” jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan latihan terjadwal bersama tim, Tegar juga melakukan latihan mandiri di rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pribadi untuk menjaga konsistensi dan kesiapan diri menjelang pertandingan.
“Di luar latihan terjadwal, saya juga berusaha latihan mandiri di rumah agar tetap konsisten dan siap ketika bertanding,” tambahnya.
Pendekatan latihan yang disiplin dan berkelanjutan tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Tampil Meyakinkan di Kelas Kumite -75 Kg

Selama pelaksanaan pertandingan, seluruh rangkaian kompetisi berjalan dengan tertib dan kondusif. Setiap laga menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus pengalaman berharga bagi Tegar dalam mengasah teknik dan mental bertanding.
“Alhamdulillah, selama pertandingan semua berjalan lancar. Setiap pertandingan menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan, memperkuat mental, dan menumbuhkan sikap sportif,” ujarnya.
Dengan performa yang konsisten sejak babak awal hingga final, Tegar berhasil menunjukkan ketangguhan dan fokus dalam setiap laga. Hasilnya, ia dinyatakan sebagai Juara 1 kelas Kumite -75 Kg U 18TH+ (Putra) dan berhak membawa pulang medali emas.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa Umsida mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional melalui pembinaan yang tepat dan komitmen yang kuat.
Dukungan Keluarga dan Kampus
Di balik prestasi yang diraih, Tegar menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting. Keluarga, pelatih, rekan-rekan, serta UMSIDA memberikan dukungan moral maupun fasilitas yang sangat berarti dalam proses menuju prestasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga, pelatih, rekan-rekan, serta Umsida yang selalu memberikan dukungan moral dan fasilitas, sehingga saya bisa berprestasi dan membawa nama baik kampus,” tuturnya.
Dukungan institusi dalam memfasilitasi pengembangan minat dan bakat mahasiswa menjadi bagian dari komitmen UMSIDA untuk mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Motivasi bagi Mahasiswa Muda
Melalui pencapaian ini, Tegar berharap prestasinya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain, khususnya generasi muda, agar berani mengembangkan potensi diri secara maksimal. Ia menekankan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan disiplin dan keberanian untuk memulai.
“Prestasi tidak datang secara instan. Semua melalui proses, disiplin, dan keberanian untuk memulai. Jangan ragu melangkah dan mencoba, karena setiap usaha sungguh-sungguh akan memberi makna bagi masa depan,” pesannya.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















