Fst.umsida.ac.id –Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Muhammad Rifqiy Muthahhirul Janan, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Program Studi Teknik Industri, berhasil meraih medali emas pada ajang Batu Karate Challenge Open Tournament Series yang digelar pada 26–28 Desember 2025 di GOR Gajah Mada, Kota Batu. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Forki Kota Batu dan diikuti ratusan atlet dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam kompetisi tersebut, Rifqiy turun pada kelas kumite -55 kg senior (mahasiswa), salah satu kelas yang menuntut kekuatan fisik, kecepatan reaksi, serta ketepatan strategi dalam menghadapi lawan dengan intensitas pertandingan tinggi.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen Umsida dalam mendukung prestasi mahasiswa di bidang nonakademik, khususnya olahraga beladiri.
Tampil Tangguh di Nomor Kumite
Dalam kejuaraan tersebut, Muhammad Rifqiy Muthahhirul Janan turun pada nomor kumite dan harus menghadapi persaingan ketat sejak babak awal. Ratusan atlet dari daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Malang, dan wilayah lain turut ambil bagian, membuat atmosfer pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi.
Rifqiy memasuki arena pertandingan sekitar pukul 09.00 WIB. Sejak laga pertama, ia langsung berhadapan dengan lawan-lawan yang tampil agresif dan menekan. Kondisi tersebut membuat jalannya pertandingan tidak mudah, bahkan di salah satu laga Rifqiy sempat mengalami cedera ringan.
“Ketika pertandingan berlangsung, banyak lawan yang bermain agresif sehingga saya sempat mengalami cedera ringan di bagian wajah akibat pukulan,” ujar Rifqiy saat diwawancarai.
Meski sempat mengalami kendala fisik, Rifqiy tetap mampu menjaga fokus dan ketenangan. Ia memilih tidak terpancing permainan lawan dan mengandalkan strategi yang telah disiapkan sejak latihan.
“Saya berusaha tetap tenang dan memanfaatkan strategi counter attack untuk mengambil poin. Dari situ saya bisa mengontrol pertandingan hingga akhirnya dinyatakan sebagai juara 1 kumite,” lanjutnya.
Strategi tersebut terbukti efektif hingga babak final. Rifqiy berhasil melewati babak penyisihan, semifinal, hingga laga perebutan juara dengan performa yang konsisten.
Latihan Intensif Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan meraih medali emas tidak lepas dari proses latihan yang dijalani secara disiplin. Rifqiy mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan dengan fokus pada peningkatan fisik, terutama kekuatan kaki dan kecepatan tangan.
“Untuk persiapan, saya melatih fisik kaki dengan jogging di pagi hari dan latihan tendangan, serta melatih kecepatan tangan melalui latihan pukulan,” jelasnya.
Latihan rutin dijalani dua kali dalam sepekan, biasanya pada hari Sabtu dan Ahad. Namun, menjelang kejuaraan, intensitas latihan ditingkatkan agar kondisi fisik dan teknik semakin matang.
“Menjelang kejuaraan, latihan dilakukan lebih sering, sekitar tiga sampai empat kali dalam seminggu,” tambah Rifqiy.
Selain fisik, kesiapan mental juga menjadi faktor penting. Tekanan dari pelatih, ekspektasi untuk meraih hasil terbaik, serta dinamika pertandingan yang tidak selalu berjalan sesuai rencana menjadi tantangan tersendiri bagi atlet.
Hadapi Tantangan Fisik dan Lingkungan

Selama kejuaraan berlangsung, Rifqiy tidak hanya menghadapi lawan di arena, tetapi juga tantangan dari kondisi lingkungan. Suhu udara Kota Batu yang relatif dingin menuntut adaptasi fisik agar performa tetap optimal.
“Tantangannya cukup banyak, mulai dari kondisi fisik yang sempat cedera, tekanan mental dari pelatih, terutama ketika lawan sempat unggul poin pertama, hingga suhu udara Batu yang cukup dingin,” ungkapnya.
Meski demikian, seluruh rangkaian pertandingan dari babak penyisihan hingga final dapat dilalui dengan lancar. Fokus, disiplin, dan kepercayaan terhadap proses latihan menjadi kunci Rifqiy dalam menghadapi setiap tantangan.
Dukungan Orang Tua dan Kampus Umsida
Prestasi yang diraih Rifqiy juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyebut doa dan dukungan orang tua sebagai motivasi utama, meskipun tidak dapat hadir langsung di lokasi pertandingan.
“Orang tua selalu memberikan doa dan harapan agar saya bisa meraih hasil terbaik, walaupun mereka tidak bisa hadir langsung di lapangan,” tuturnya.
Selain itu, dukungan dari pihak kampus Umsida juga dirasakan sangat membantu. Kampus memberikan fasilitas pendukung berupa bantuan biaya transportasi, konsumsi, serta perlengkapan yang dibutuhkan selama mengikuti kejuaraan.
“Saya sangat bersyukur atas dukungan dari kampus yang membantu kebutuhan transportasi, makan, dan alat keperluan selama kejuaraan,” ujarnya.
Dukungan tersebut menjadi wujud komitmen Umsida dalam mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi dan membawa nama baik institusi di berbagai ajang kompetisi.
Pesan untuk Mahasiswa Umsida
Menutup wawancara, Rifqiy menyampaikan pesan motivasi bagi mahasiswa Umsida agar tidak ragu mengembangkan potensi di luar akademik.
“Jangan takut mengejar prestasi di luar akademik. Olahraga mengajarkan ketekunan dan mental tangguh yang sangat bermanfaat untuk kehidupan. Percayai proses latihan, dan hasil akan datang,” pesannya.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















