Prof Taufik Kenalkan Rumah Hybrid AC/DC untuk Hunian Net Zero Energy

Fst.umsida.ac.id – Perkembangan panel surya, baterai penyimpanan, kendaraan listrik, dan berbagai perangkat pintar mendorong perubahan pada sistem kelistrikan rumah.

Perubahan tersebut dibahas Prof Taufik PhD dari California Polytechnic State University dalam The 5th ICSSET 2026, Rabu (1/7/2026).

Ia menyampaikan materi berjudul “Hybrid AC/DC House for Future Net Zero Energy Homes: Progress, Opportunities, and Challenges”.

Perangkat Modern Banyak Menggunakan Arus DC

Prof Taufik menjelaskan bahwa konsep DC House Project mulai dikembangkan sejak 2010 untuk membantu elektrifikasi wilayah terpencil atau off-grid. Pada 2017, proyek tersebut berkembang menjadi konsep Hybrid AC/DC House untuk kawasan perkotaan.

“Rumah masa depan akan semakin banyak menggunakan sumber energi dan perangkat berbasis DC, mulai dari panel surya, baterai, lampu LED, laptop, telepon pintar, hingga perangkat Internet of Things,” jelasnya.

Menurutnya, sistem kelistrikan rumah saat ini masih didominasi distribusi AC. Padahal, sebagian besar perangkat elektronik harus mengubah listrik AC tersebut kembali menjadi DC.

“Setiap proses konversi menyebabkan kehilangan energi. Rugi daya akibat konversi AC ke DC dapat berada pada kisaran 17 hingga 35 persen,” ungkapnya.

Karena itu, ia menawarkan penggunaan jalur distribusi DC di dalam rumah agar energi dari panel surya atau baterai dapat dialirkan langsung menuju perangkat berbasis DC.

“Dengan jalur DC internal, jumlah proses konversi dapat dikurangi sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien,” tambahnya.

Smart Wall Plug dan Perlindungan Arus DC

Pengembangan rumah hybrid AC/DC membutuhkan perangkat yang aman serta mudah digunakan masyarakat.

“Salah satu peluangnya adalah penggunaan smart wall plug dan USB-C Power Delivery yang saat ini mampu menyalurkan daya hingga 240 watt,” terangnya.

Namun, ia menegaskan bahwa arus DC memiliki karakteristik berbeda dengan arus AC, terutama dalam proses pemutusan aliran listrik.

“Arus AC memiliki zero crossing yang membantu pemutusan aliran. Pada arus DC, karakteristik tersebut tidak tersedia sehingga dibutuhkan sistem perlindungan khusus seperti Solid State DC Breaker,” katanya.

Selain itu, sistem rumah hibrida membutuhkan Energy Management System untuk mengatur penggunaan energi secara otomatis.

“Sistem manajemen energi berbasis AI dapat menentukan kapan energi digunakan secara langsung, disimpan ke baterai, atau dialirkan kembali ke jaringan,” imbuhnya.

DC Microgrid untuk Wilayah Terpencil

Dalam sesi tanya jawab, Prof Taufik mendapatkan pertanyaan mengenai kemungkinan penerapan distribusi listrik DC di wilayah kepulauan Indonesia.

“Konsep yang kami kembangkan berfokus pada distribusi skala mikro atau tingkat rumah, bukan untuk transmisi jarak jauh antarpulau,” jelasnya.

Menurutnya, wilayah terpencil lebih tepat menggunakan konsep pembangkitan tersebar atau distributed generation.

“Setiap kawasan dapat memiliki sumber energi lokal dan membangun DC Microgrid. Pendekatan ini lebih sesuai daripada menggantungkan seluruh kebutuhan pada sistem pembangkit terpusat,” ujarnya.

Melalui konsep Hybrid AC/DC House, ia menunjukkan bahwa rumah masa depan tidak hanya harus menghasilkan energi bersih, tetapi juga mampu mendistribusikannya secara efisien, cerdas, dan aman.

Bertita Terkini

Umsida Kembangkan Teknologi Gula Kelapa NectarLo Siap Ekspor
October 2, 2026By
FST Umsida Sosialisasikan Magang Jepang di Daihatsu Bersama BREXA Indonesia
October 1, 2026By
Tim Jenggolo UMSIDA Siap Berlaga di KMHE 2026 dengan Inovasi Kendaraan Hemat Energi Arshaka V2
September 30, 2026By
Perubahan Iklim Jadi Tantangan Ketahanan Pangan, Pakar Umsida Beri Solusi
September 25, 2026By
Fortama FST umsida 2026 Bekali 620 Mahasiswa Baru Menuju Dunia Profesional
September 21, 2026By
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 11, 2026By
Agroteknologi Umsida Panen Pakcoy Hidroponik, Wujudkan Smart Farming di Lahan Sempit
September 9, 2026By
Seminar Pojok Statistik Umsida Bahas Wearables untuk Pengukuran Kekuatan Otot
September 4, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By