Fst.umsida.ac.id – Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi internasional melalui The 5th International Conference Series on Science, Engineering and Technology atau ICSSET 2026, Rabu (1/7/2026).
Konferensi internasional ini mengangkat tema “Technology and Infrastructure Innovation to Support Sustainable Energy and Food Safety in the Digital Era”. Tema tersebut menyoroti peran teknologi dan inovasi infrastruktur dalam menjawab tantangan keberlanjutan energi serta keamanan pangan di tengah pesatnya transformasi digital.
Kegiatan dipandu Syafrilla Dindan Khumairo sebagai host. Sementara itu, sesi pemaparan keynote speaker dimoderatori Nuril Lutvi Azizah SSi MSi dari Umsida.
ICSSET 2026 Menjadi Ruang Kolaborasi Internasional
Ketua Panitia ICSSET 2026, Dr Ir A’rasy Fahruddin, ST MT., mengatakan bahwa konferensi tersebut dirancang sebagai ruang pertukaran pengetahuan bagi akademisi, peneliti, profesional, dan praktisi dari berbagai negara.
“Melalui konferensi ini, kami berharap para peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi dapat bertukar hasil penelitian, berbagi pengalaman, memperkuat kerja sama internasional, serta menghasilkan solusi yang inovatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa artikel ilmiah yang diterima telah melalui proses peninjauan sejawat internasional.
“Artikel yang telah diterima akan dipersiapkan untuk diterbitkan dalam prosiding konferensi terindeks Scopus dengan tetap mengikuti kebijakan dari pihak penerbit,” imbuhnya.
Rektor Umsida Dr Hidayatullah MSi membuka konferensi tersebut secara resmi. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital harus diarahkan untuk menjawab persoalan energi dan pangan.
“Artificial Intelligence, Internet of Things, dan Big Data harus dimanfaatkan secara terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas penelitian sekaligus menciptakan infrastruktur yang lebih merata,” jelasnya.
Lima Pembicara Membawa Perspektif Berbeda

ICSSET 2026 menghadirkan lima keynote speaker dari Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
Prof Taufik PhD dari California Polytechnic State University membahas rumah hybrid AC/DC untuk mendukung Net Zero Energy Homes.
“Banyak sumber energi dan perangkat rumah modern sebenarnya menggunakan listrik DC. Karena itu, jalur distribusi DC di dalam rumah dapat mengurangi rugi energi akibat proses konversi berulang,” terangnya.
Prof Yasuo Musashi dari Kumamoto University Jepang mengangkat keamanan Domain Name System atau DNS.
“Ketika sistem energi dan pangan semakin bergantung pada internet, serangan terhadap DNS tidak hanya mengancam data, tetapi juga dapat mengganggu infrastruktur penting,” katanya.
Dr-Ing Ali Bawono dari TUM Asia Singapura menjelaskan pentingnya material rendah karbon dan infrastruktur cerdas.
“Infrastruktur masa depan harus lebih berkelanjutan, tangguh, serta mampu dipantau melalui teknologi digital seperti BIM, sensor IoT, dan Digital Twin,” ungkapnya.
Prof Dr Fahrul Zaman Bin Huyop dari Universiti Teknologi Malaysia membahas teknologi autentikasi madu.
“DNA dari polen yang tertinggal di dalam madu dapat digunakan untuk menelusuri asal botani dan geografisnya,” jelasnya.
Sementara itu, Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT dari Umsida membahas digital traceability pada rantai pasok pangan.
“Blockchain dan IoT dapat meningkatkan transparansi perjalanan produk pangan, mulai dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen,” tuturnya.
Teknologi Membutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor
Rangkaian materi dalam ICSSET 2026 menunjukkan bahwa keberlanjutan energi dan keamanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai bidang ilmu.
“Inovasi tidak boleh berhenti sebagai hasil penelitian. Teknologi harus dapat diterapkan oleh industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan nyata,” terang Prof Hana.
Melalui konferensi ini, Umsida memperkuat jaringan akademik internasional sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk mengembangkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















