Fst.umsida.ac.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menunjukkan semangat berprestasi di bidang olahraga bela diri. Kali ini, prestasi dan pengalaman bertanding datang dari Ahmad Abdul Khafid, mahasiswa Program Studi Informatika, yang mengikuti ajang Festival Kyorugi kelas 57 kg.
Dalam kompetisi tersebut, Khafid turun pada kategori Kyorugi, salah satu nomor pertandingan dalam taekwondo yang menuntut kekuatan fisik, ketepatan teknik, kecepatan membaca gerak lawan, serta fokus selama pertandingan berlangsung. Keikutsertaannya menjadi bagian dari upaya mahasiswa Umsida untuk terus mengembangkan potensi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pada bidang olahraga.
Menurut Khafid, kompetisi yang ia ikuti berjalan dengan lancar. Meski demikian, setiap pertandingan tetap memberikan pengalaman tersendiri karena ia harus menghadapi lawan dengan kemampuan dan strategi yang berbeda.
“Untuk kompetisinya berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Persiapan Disiplin Sebelum Bertanding
Sebelum mengikuti pertandingan, Khafid telah melakukan persiapan sejak satu bulan sebelum bertanding. Ia menjalani latihan secara teratur dan disiplin agar mampu tampil lebih siap saat berada di arena.
Baginya, persiapan menjadi salah satu bagian penting sebelum mengikuti kompetisi. Latihan yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik, tetapi juga membentuk kesiapan fisik dan mental. Sebagai atlet, ia perlu menjaga tubuh agar tetap bugar, melatih gerakan, serta membiasakan diri dengan situasi pertandingan.
“Untuk persiapannya sangat prepare karena latihannya juga teratur dan disiplin,” jelasnya.
Namun, Khafid juga menyadari bahwa proses menuju pertandingan tidak selalu mudah. Meski sudah berusaha mempersiapkan diri, ia mengaku masih memiliki kendala karena belum sepenuhnya rutin mengikuti latihan bersama. Hal tersebut membuat jalannya pertandingan terasa lebih berat dari yang ia bayangkan.
Pertandingan Tidak Selalu Sesuai Prediksi
Saat pertandingan berlangsung, Khafid merasakan bahwa jalannya laga cukup menantang. Ia sempat mengalami kesulitan karena pertandingan tidak sepenuhnya berjalan sesuai prediksi. Kondisi tersebut membuatnya harus berusaha lebih keras untuk tetap bertahan dan membaca peluang di tengah tekanan.
“Untuk jalannya pertandingan sedikit kesusahan karena saya sendiri jarang mengikuti latihan, jadi tidak sesuai prediksi,” ungkapnya.
Salah satu tantangan terbesar yang ia rasakan adalah menjaga fokus. Dalam olahraga taekwondo, terutama nomor Kyorugi, fokus menjadi hal yang sangat penting. Atlet harus mampu memperhatikan gerak lawan, menjaga jarak, mengatur serangan, serta mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Khafid mengaku bahwa kurang fokus menjadi salah satu tantangan yang harus ia perbaiki ke depan. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting baginya agar dapat tampil lebih maksimal pada turnamen berikutnya.
Dukungan Jadi Penyemangat

Di balik proses latihan dan pertandingan, dukungan dari orang-orang terdekat juga menjadi motivasi bagi Khafid. Ia mengaku mendapatkan dukungan yang baik, termasuk dari lingkungan Umsida. Dukungan tersebut membuatnya semakin semangat untuk terus mengembangkan kemampuan sebagai atlet.
“Support dari orang-orang dekat, termasuk Umsida, baik dan sangat support,” katanya.
Setelah mengikuti ajang tersebut, Khafid juga mulai menatap turnamen berikutnya. Ia menyebut Porkab sebagai salah satu turnamen terdekat yang kemungkinan akan diikuti. Dengan pengalaman sebelumnya, ia berharap dapat mempersiapkan diri lebih matang, lebih fokus, dan lebih disiplin dalam menjalani latihan.
Bagi Khafid, menjadi atlet bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik. Ia menilai bahwa kedisiplinan menjadi kunci penting dalam berbagai hal, baik dalam olahraga, perkuliahan, maupun kehidupan sehari-hari.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa Umsida lainnya agar terus menjaga kedisiplinan dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan potensi diri.
“Tetap disiplin dalam berbagai hal,” pesannya.
Keikutsertaan Ahmad Abdul Khafid dalam Festival Kyorugi kelas 57 kg menjadi bukti bahwa mahasiswa Umsida memiliki ruang luas untuk berkembang di berbagai bidang. Melalui olahraga, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teknik dan kompetisi, tetapi juga tentang mental, fokus, kedisiplinan, serta semangat untuk terus memperbaiki diri.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















