Laboran Umsida Kembangkan Alat Praktikum Getaran 3 in One untuk KILAB 2026

Fst.umsida.ac.id – Laboran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, kembangkan inovasi alat praktikum mekanika getaran berbasis sistem 3 in One untuk mengikuti program KILAB 2026.

Inovasi tersebut diberi nama “Rancang Bangun Alat Praktikum Mekanika Getaran Berbasis Sistem 3 in One (Free, Damped, and Forced Vibration)”.

Dalam pengembangan inovasi ini, Wahyu Alfiansyah ST bertindak sebagai ketua tim sekaligus laboran mesin. Sementara itu, anggota tim terdiri dari Syafrilla Dinda Khumairo yang merupakan laboran industri.

Tim juga didampingi dosen pembimbing Dr Ir Mulyadi ST MT bersama mahasiswa Program Studi Teknik Mesin.

Alat ini dirancang sebagai media praktikum terpadu yang mampu mempelajari tiga jenis getaran dalam satu perangkat.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa Teknik Mesin agar lebih praktis, modern, dan efisien dalam memahami konsep mekanika getaran.

Wahyu menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan laboratorium terhadap alat praktikum yang lebih lengkap dan ekonomis.

“Selama ini praktikum getaran masih menggunakan alat yang terpisah sehingga penggunaannya kurang efektif. Karena itu kami mencoba mengembangkan alat yang dapat mengintegrasikan beberapa fenomena getaran dalam satu sistem praktikum,” ujarnya.

Mendukung Pembelajaran Mekanika Getaran yang Lebih Efektif

Menurut Wahyu, mekanika getaran menjadi salah satu materi penting dalam bidang teknik mesin karena memiliki banyak penerapan di dunia industri.

Oleh sebab itu, mahasiswa membutuhkan media pembelajaran yang mampu membantu memahami teori melalui praktik secara langsung.

Ia menambahkan bahwa alat praktikum 3 in One tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam memahami free vibration, damped vibration, dan forced vibration dalam satu perangkat praktikum.

“Mahasiswa nantinya tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat melihat langsung fenomena getaran melalui eksperimen nyata di laboratorium,” jelasnya.

Saat ini proses pengembangan inovasi telah memasuki tahap pembuatan prototype awal. Beberapa komponen utama telah berhasil dirakit dan dilakukan uji fungsi dasar pada masing-masing sistem getaran.

Tahapan berikutnya akan difokuskan pada penyempurnaan desain, proses kalibrasi alat, hingga pengujian performa secara menyeluruh agar perangkat siap digunakan dalam kegiatan praktikum mahasiswa.

Hadapi Tantangan Integrasi Sistem dalam Satu Perangkat

Dalam proses penyusunan proposal KILAB 2026, Wahyu mengaku terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

Salah satunya adalah menyesuaikan desain alat agar mampu mengintegrasikan tiga sistem getaran tanpa mengurangi akurasi praktikum.

Selain itu, tim juga harus melakukan analisis teknis dan penyusunan estimasi biaya secara detail agar inovasi tersebut memiliki nilai kebermanfaatan dan keberlanjutan.

“Integrasi tiga sistem getaran dalam satu alat menjadi tantangan utama karena kami harus memastikan alat tetap akurat dan mudah digunakan mahasiswa,” katanya.

Pengembangan inovasi ini melibatkan kolaborasi antara laboran, dosen pembimbing, dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin.

Dalam prosesnya, seluruh tim bekerja sama mulai dari tahap perancangan, manufaktur, pengujian, hingga penyusunan modul praktikum.

Wahyu menyebut kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan inovasi berbasis akademik dan penelitian terapan di lingkungan kampus.

Berpotensi Dikembangkan Berbasis Digital Monitoring

Setelah mengikuti KILAB 2026, tim pengembang menargetkan alat praktikum tersebut dapat diselesaikan hingga siap digunakan secara optimal di laboratorium Teknik Mesin dan Industri Umsida.

Selain digunakan dalam kegiatan praktikum dan penelitian, alat ini juga diharapkan memiliki potensi untuk diproduksi lebih luas bagi institusi pendidikan lainnya.

Ke depan, inovasi tersebut akan dikembangkan menggunakan sistem digital monitoring berbasis sensor dan software analisis data getaran.

Pengembangan tersebut bertujuan agar hasil praktikum menjadi lebih akurat dan interaktif.

“Kami berharap alat ini dapat menjadi solusi pembelajaran praktikum mekanika getaran yang lebih efektif dan modern serta mampu mendukung budaya inovasi di perguruan tinggi,” tutup Wahyu.

Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

Bertita Terkini

Umsida Kembangkan Teknologi Gula Kelapa NectarLo Siap Ekspor
October 2, 2026By
FST Umsida Sosialisasikan Magang Jepang di Daihatsu Bersama BREXA Indonesia
October 1, 2026By
Tim Jenggolo UMSIDA Siap Berlaga di KMHE 2026 dengan Inovasi Kendaraan Hemat Energi Arshaka V2
September 30, 2026By
Perubahan Iklim Jadi Tantangan Ketahanan Pangan, Pakar Umsida Beri Solusi
September 25, 2026By
Fortama FST umsida 2026 Bekali 620 Mahasiswa Baru Menuju Dunia Profesional
September 21, 2026By
DIARICE, Inovasi Rumput Laut Jadi Beras Analog Karya Umsida Lolos KMI Expo 2026
September 11, 2026By
Agroteknologi Umsida Panen Pakcoy Hidroponik, Wujudkan Smart Farming di Lahan Sempit
September 9, 2026By
Seminar Pojok Statistik Umsida Bahas Wearables untuk Pengukuran Kekuatan Otot
September 4, 2026By

Prestasi

Mahasiswa Umsida Raih Juara 1 Karate Nasional di UMM Malang
May 13, 2026By
Syalwa Mahasiswa Agroteknologi Umsida Raih Juara 1 di Paku Bumi Open 2026
April 12, 2026By
Percaya Diri Tanpa Ragu, Mahasiswa UmsidaTunjukkan Mental Tanding di Paku Bumi Open 2026
April 11, 2026By
Atlet Umsida Bawa Pulang 3 Medali Sekaligus di Ajang SLC Cup 2026
April 10, 2026By
IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By