Visiting Lecture MIST Umsida Bahas Dinamika Kepemimpinan dan Kekuasaan di Era Digital

Fst.umsida.ac.id – Program Studi Manajemen dan Inovasi Sistem Teknologi (MIST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menggelar Visiting Lecture bertajuk pada Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif lintas disiplin dalam membahas kepemimpinan, teknologi, dan dinamika kekuasaan di era digital.

Salah satu pemateri yang hadir adalah drg Faisal Hamdi Sp PM, dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Umsida.

Dalam paparannya, ia mengulas kepemimpinan tidak hanya sebagai konsep struktural, tetapi juga sebagai proses psikologis dan sosial yang sarat dengan motivasi, relasi, serta risiko.

Kepemimpinan dan Motif Dasar Manusia

drg. Faisal Hamdi menjelaskan bahwa dalam kajian kepemimpinan terdapat tiga motif dasar yang mendorong seseorang untuk mengambil peran sebagai pemimpin, yaitu achievement, affiliation, dan power.

Ketiga motif ini, menurutnya, selalu hadir dalam diri manusia, meskipun dengan komposisi yang berbeda-beda.

Motif achievement berkaitan dengan dorongan untuk meraih pencapaian dan pengakuan. Banyak individu bekerja keras demi mencapai jabatan tertentu yang dianggap prestisius, seperti manajer. Namun, ia menekankan bahwa jabatan bukanlah titik akhir.

“Dalam struktur organisasi, jabatan manajer masih berada di level menengah. Di atasnya masih ada level yang lebih tinggi, dan setiap posisi memiliki risiko,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa realitas organisasi menunjukkan bahwa siapa pun, termasuk mereka yang berada di posisi strategis, tetap bisa kehilangan peran ketika terjadi perubahan kebijakan atau dinamika internal.

Hal ini menandakan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal capaian formal, tetapi juga kesiapan menghadapi ketidakpastian.

Motif kedua adalah affiliation atau afiliasi, yang berkaitan dengan kebutuhan membangun relasi dan jaringan. Menurut drg. Faisal, dalam praktik dunia kerja, relasi sering kali menjadi faktor yang sangat menentukan.

“Banyak orang bertahan di sebuah organisasi bukan semata karena gaji, tetapi karena jaringan dan relasi yang mereka miliki,” ungkapnya.

Relasi ini tidak hanya terbatas pada hubungan profesional, tetapi juga mencakup jejaring sosial dan struktural yang dapat membuka peluang karier.

Ia menyebut bahwa dalam beberapa kasus, relasi yang kuat bahkan mampu menghadirkan kesempatan sebelum seseorang secara resmi mengajukan diri.

Sementara itu, motif power atau kekuasaan berkaitan dengan dorongan untuk memengaruhi dan mengendalikan arah keputusan. drg Faisal menegaskan bahwa kekuasaan tidak selalu identik dengan sikap otoriter.

“Power bisa hadir dalam bentuk kemampuan memengaruhi orang lain, menggerakkan tim, bahkan mengarahkan pemimpin,” ujarnya.

Konflik sebagai Bagian dari Dinamika Organisasi

Dalam paparannya, drg. Faisal Hamdi juga menyoroti pentingnya memahami konflik sebagai bagian dari dinamika organisasi.

Menurutnya, kondisi yang terlalu stabil dan tanpa masalah justru berpotensi menimbulkan stagnasi.

“Organisasi yang selalu terlihat baik-baik saja belum tentu sehat. Konflik kecil dan ketegangan justru sering menjadi pemicu dinamika dan inovasi,” jelasnya.

Ia menilai bahwa tidak semua persoalan harus diselesaikan secara tuntas dalam waktu singkat.

Ada kalanya sebuah masalah dibiarkan menjadi ruang pembelajaran dan interaksi antarindividu di dalam organisasi.

Namun, hal tersebut tetap membutuhkan kecermatan pemimpin dalam membaca situasi.

Menjadi pemimpin, lanjutnya, berarti siap menghadapi risiko. Pemimpin cenderung lebih terlihat, lebih vokal, dan lebih sering menjadi sorotan.

Kondisi ini membuat pemimpin rentan terhadap kritik dan penilaian, baik secara internal maupun eksternal.

Memahami Kekuasaan Secara Etis

drg. Faisal menegaskan bahwa membahas kekuasaan bukan berarti membenarkan praktik yang tidak etis.

Ia menilai pemahaman terhadap dinamika kekuasaan justru penting agar seseorang tidak menjadi korban dalam sistem organisasi.

“Power bukan soal menjadi jahat, tetapi soal memahami permainan agar kita tidak terpinggirkan,” ujarnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk lebih reflektif dalam memahami motivasi diri sendiri, sekaligus kritis dalam membaca realitas organisasi.

Menurutnya, teori kepemimpinan yang dipelajari di ruang kelas perlu dipadukan dengan pemahaman kontekstual agar relevan dengan dunia nyata.

Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh

Bertita Terkini

Prof Sang-Seok Lee Tekankan Soft Skills dan Keahlian Spesifik untuk Bertahan di Era AI
February 6, 2026By
Visiting Lecture Internasional, Umsida Hadirkan Profesor Jepang Bahas Teknologi Sensor dan Kepemimpinan
February 4, 2026By
Dosen Informatika Umsida Raih Hibah RisetMU, Perkuat Pembelajaran Coding Guru SD di Mojokerto
January 18, 2026By
Tegar Mahasiswa Teknik Industri Tampil Gemilang di Karate Nasional, Umsida Raih Juara 1
January 10, 2026By
Pemberdayaan Pelajar Muhammadiyah Durungbedug melalui Pelatihan Pembibitan Kelor sebagai Upaya Kemandirian Lingkungan dan Ekonomi Berbasis SDGs
December 31, 2025By
Kaprodi Agroteknologi Umsida Jalankan Program Pelatihan Budidaya Tanaman Semusim untuk Ketahanan Pangan Desa
December 30, 2025By
Kaprodi MIST Umsida Dorong Keberhasilan Mahasiswa melalui Pendampingan Tesis Terarah
December 20, 2025By
Prodi Agroteknologi Umsida Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Komitmen Pendidikan Pertanian Berkelanjutan
December 19, 2025By

Prestasi

IMEI Team Umsida Juara 1 Battery Electric di Shell Eco-Marathon Qatar 2026
February 7, 2026By
Torehkan Prestasi Nasional, Mahasiswa Teknik Mesin Umsida Sabet Juara 2 Kejurnas Jujitsu Piala KONI
February 1, 2026By
Mahasiswa Ini Sabet 2 Emas di Kejuaraan Ju Jitsu Nasional, Kini Persiapkan Diri ke Jepang
January 29, 2026By
Siap Bertanding di Shell Eco Marathon Qatar 2026, Tim IMEI Umsida Resmi Diberangkatkan
January 22, 2026By
IMEI Umsida Tancap Gas di Shell Eco Marathon Qatar 2026 dengan Improvisasi Kendaraan Listrik
January 21, 2026By
Tampil Tangguh di Tengah Cedera, Mahasiswa Umsida Raih Emas di Batu Karate Challenge
January 6, 2026By
Mahasiswa Teknologi Pangan Umsida Sabet Medali Emas di UPSCC III 2025 Kategori A Dewasa
December 28, 2025By
Agung Prasetyo Buktikan Mental Juara di UPSCC III 2025, Atlet Pemula Umsida Raih Prestasi
December 27, 2025By