Fst.umsida.ac.id – Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo resmi meraih predikat Akreditasi UNGGUL.
Capaian ini menjadi bukti komitmen institusi dalam menjaga kualitas akademik, tata kelola, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan di bidang teknologi pangan.
Predikat unggul merupakan pengakuan tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Raihan ini sekaligus menegaskan bahwa Program Studi Teknologi Pangan telah memenuhi standar mutu yang komprehensif, mulai dari kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola dan luaran lulusan.
Kaprodi Teknologi Pangan, Rahmah Utami Budiandri STP MP menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Predikat unggul adalah lentera kepercayaan bagi kami. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah untuk terus mempertahankan integritas, kualitas akademik, dan budaya mutu yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, akreditasi ini juga menjadi bentuk jaminan kualitas bagi calon mahasiswa dan orang tua bahwa proses pendidikan yang dijalankan telah sesuai standar nasional dan relevan dengan kebutuhan industri pangan.
Sinergi Sivitas Akademika dan Kurikulum Berbasis OBE
Rahmah menjelaskan, salah satu faktor utama keberhasilan meraih predikat unggul adalah sinergi dan komitmen seluruh elemen, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Keselarasan visi dan implementasi program kerja menjadi fondasi kuat dalam memenuhi indikator penilaian akreditasi.
Transformasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) menjadi langkah strategis yang berdampak signifikan.
Kurikulum ini dirancang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami melibatkan praktisi industri, alumni, dan tenaga ahli dalam Focus Group Discussion untuk meninjau dan menyempurnakan kurikulum. Dengan begitu, lulusan kami tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan industri,” jelas Rahmah.
Implementasi pembelajaran juga diperkuat melalui metode case-based method dan team-based project.
Pendekatan ini mendorong mahasiswa terbiasa menganalisis permasalahan nyata dan memberikan solusi berbasis sains dan teknologi.
Selain itu, kerja sama dengan berbagai stakeholder dan mitra industri turut memperkuat suasana akademik.
Dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk laboratorium yang terus diperbarui, menjadi penunjang utama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebagai bagian dari Fakultas Sains dan Teknologi Umsida, Program Studi Teknologi Pangan juga mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pembelajaran, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter.
Penguatan Tata Kelola dan Budaya Mutu
Dalam menjaga konsistensi mutu, Program Studi Teknologi Pangan menerapkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara disiplin. Audit Mutu Internal (AMI) dilaksanakan secara rutin setiap semester untuk memastikan standar tetap terjaga.
Rahmah menegaskan bahwa setiap temuan audit ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang jelas.
“Kami memastikan proses tata kelola dilakukan secara transparan, akuntabel, dan responsif. Jika ada ketidaksesuaian, langsung ditetapkan penanggung jawab dan target waktu penyelesaian agar perbaikan berjalan efektif.”
Pengembangan sumber daya manusia dosen juga menjadi prioritas. Para dosen aktif melakukan penelitian, publikasi di jurnal bereputasi nasional dan internasional, serta memiliki roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat yang selaras dengan roadmap program studi.
Peningkatan jabatan fungsional dan sertifikasi keahlian berbasis industri turut menjadi fokus penguatan SDM.
Mahasiswa pun berperan sebagai representasi kualitas program studi. Prestasi akademik dan nonakademik, keterlibatan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta kelulusan tepat waktu menjadi indikator keberhasilan sistem pembelajaran yang diterapkan.
Keunggulan Rekayasa Pangan Fungsional Berbasis Kearifan Lokal
Keunggulan utama Program Studi Teknologi Pangan Umsida terletak pada fokus pengembangan rekayasa pengolahan pangan fungsional dan sumber energi baru terbarukan berbasis kearifan lokal, khususnya potensi daerah Sidoarjo.
Visi ini sejalan dengan arah pengembangan institusi dalam mencetak lulusan profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Target jangka panjangnya adalah menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat ASEAN pada tahun 2038.
Rahmah menyebut, predikat unggul juga menjadi nilai tambah bagi lulusan di dunia kerja.
“Predikat ini memberi rasa percaya diri bagi lulusan kami. Ini menjadi jaminan kualitas ketika mereka melamar ke perusahaan nasional maupun multinasional, bahkan saat melanjutkan studi ke jenjang magister.”
Ke depan, program studi menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempertahankan predikat unggul, di antaranya internasionalisasi program, penguatan kolaborasi riset internasional, hilirisasi produk penelitian, serta digitalisasi manajemen berbasis data.
Analisis tracer study alumni juga akan diperkuat untuk memastikan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri.
Menutup pernyataannya, Kaprodi Teknologi Pangan menyampaikan pesan kepada calon mahasiswa yang ingin bergabung.
“Pilihlah tempat yang tidak hanya memberi Anda keilmuan, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dan berinovasi. Di Teknologi Pangan Umsida, kami menyiapkan ekosistem terbaik agar mahasiswa mampu bersaing di level global.”
Dengan diraihnya predikat unggul, Program Studi Teknologi Pangan Umsida menegaskan komitmennya untuk terus menjaga mutu, relevansi, dan kontribusi nyata bagi pengembangan industri pangan serta kesejahteraan masyarakat.
















