Fst.umsida.ac.id – Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual. Ramadan juga menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran menggunakan energi secara bijak. Hal ini disampaikan Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Ia menjelaskan bahwa puasa pada dasarnya merupakan latihan pengendalian diri. Latihan ini tidak hanya berkaitan dengan makan dan minum. Namun, puasa juga mengajarkan manusia mengelola energi dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa adalah latihan pengendalian energi diri. Dalam perspektif yang lebih luas, puasa juga mengajarkan konservasi energi, yaitu menggunakan nikmat Allah secara bijak dan tidak berlebihan,” ujarnya.
Baca Juga: Dosen Umsida Kembangkan Teknologi PLTS Berbasis IoT untuk Produksi Garam Lebih Efisien
Puasa Mengajarkan Pengendalian Energi dalam Kehidupan
Menurutnya, selama berpuasa manusia belajar mengontrol berbagai bentuk energi dalam diri, mulai dari energi fisik, emosi, hingga pikiran. Pengendalian tersebut seharusnya juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan sumber daya.
“Jika dalam tubuh saja kita diajarkan mengatur energi, maka secara sosial kita juga harus belajar menghemat energi listrik, air, bahan bakar, dan sumber daya alam,” jelasnya.
Ia menilai bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk membentuk kebiasaan hidup sederhana dan tidak konsumtif. Nilai pengendalian diri yang dipelajari selama puasa dapat menjadi landasan untuk membangun gaya hidup yang lebih bijak dalam menggunakan berbagai sumber daya.
Ramadan Momentum Membangun Kesadaran Hemat Energi
Syamsudduha menambahkan bahwa kesadaran menghemat energi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya dengan mematikan lampu ketika tidak digunakan, menggunakan air secukupnya saat berwudhu, serta menghindari pemborosan makanan saat berbuka puasa.
“Ramadhan adalah madrasah kehidupan. Jika kita mampu mengendalikan energi tubuh, maka kita juga harus mampu mengendalikan energi bumi,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan hidup boros dapat berdampak pada lingkungan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga keberlanjutan alam.
Baca Juga: Dosen Umsida Jadi Penguji Tamu Tugas Akhir di ITB – Elektro
Melalui pemaknaan puasa yang lebih luas, Ramadan diharapkan tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk hidup lebih hemat energi dan peduli terhadap lingkungan.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh
















