Fst.umsida.ac.id – Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan Pendampingan dan Pembelajaran Karya Tulis Ilmiah bersama siswi MTsN Probolinggo, kegiatan ini berlangsung di ruang rapat kampus 2 umsida pada jumat (12/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Umsida dalam menumbuhkan budaya literasi riset dan kemampuan berpikir ilmiah sejak jenjang pendidikan menengah.
Kegiatan pendampingan ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar penelitian, penulisan ilmiah, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara aplikatif.
Melalui interaksi langsung dengan dosen, para siswi diajak memahami bahwa karya tulis ilmiah bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga sarana untuk melatih kepekaan terhadap masalah dan menyusun solusi secara sistematis.
Buka Kegiatan dengan Penekanan Budaya Meneliti Sejak Dini

Kegiatan Pendampingan dan Pembelajaran Karya Tulis Ilmiah dibuka dengan sambutan oleh Ir. Jamaluddin, MM.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menumbuhkan budaya meneliti dan berpikir ilmiah sejak usia sekolah sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan dan perkembangan teknologi.
“Meneliti itu bukan hanya untuk mahasiswa atau dosen. Sejak sekolah, adik-adik sudah harus dibiasakan berpikir ilmiah, mengenali masalah, dan mencari solusi,” ujar Ir Jamaluddin.
Ia menyampaikan bahwa karya tulis ilmiah menjadi sarana strategis untuk melatih cara berpikir sistematis, logis, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kemampuan tersebut akan sangat membantu siswa dalam melanjutkan pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kalau sejak dini sudah terbiasa menulis dan meneliti dengan benar, ke depan adik-adik akan lebih siap menghadapi dunia akademik dan profesional,” tambahnya.
Ir Jamaluddin berharap kegiatan pendampingan ini dapat menjadi langkah awal bagi siswi MTsN Probolinggo untuk mengenal dunia riset dan teknologi secara lebih dekat, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam menuangkan gagasan secara ilmiah.
Tekankan Literasi Riset Sejak Bangku Sekolah
Dilanjut dengan sambutan oleh Yenni Ernawati K, SS MPd. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pendampingan karya tulis ilmiah yang melibatkan perguruan tinggi dan sekolah menengah.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting untuk memperkenalkan dunia akademik dan riset kepada siswa sejak dini.
“Karya tulis ilmiah bukan hanya tentang menulis, tetapi tentang membangun cara berpikir yang kritis, logis, dan terstruktur sejak bangku sekolah,” ujarnya.
Yenni menilai bahwa melalui pendampingan langsung dari dosen, siswa dapat belajar mengamati permasalahan, mencari referensi yang tepat, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Ia berharap kegiatan ini menjadi pengalaman awal yang bermakna bagi siswi MTsN Probolinggo dalam mengenal dunia penelitian dan teknologi.
Riset Hebat Berawal dari Masalah Sederhana di Sekitar Kita
Materi utama disampaikan oleh Ir Jamaluddin, MM. Ia menegaskan bahwa penelitian tidak harus dimulai dari persoalan besar, tetapi dapat berangkat dari masalah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Penelitian itu dimulai dari masalah. Tidak perlu jauh-jauh, lihat saja di sekitar kita, apa yang bisa diperbaiki dan diberi solusi,” jelasnya.
Ir Jamaluddin menambahkan bahwa karya tulis ilmiah melatih siswa berpikir sistematis dan solutif. Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya meneliti sejak dini agar siswa terbiasa menyusun gagasan berdasarkan data, bukan asumsi semata.
“Kalau sejak awal sudah terbiasa meneliti dan menulis dengan sistem yang benar, ke depannya akan jauh lebih siap menghadapi dunia akademik maupun profesional,” tambahnya.
Tahapan Riset dan Strategi Menemukan Kebaruan Penelitian

Pendampingan dilanjutkan oleh Dr Izza Anshory, ST M. yang memaparkan tahapan dasar penyusunan karya tulis ilmiah, mulai dari identifikasi masalah, studi literatur, penentuan kebaruan (novelty), hingga perancangan sistem atau metode penelitian.
“Setelah membaca penelitian terdahulu, kita harus bisa menunjukkan apa bedanya penelitian kita dengan yang sudah ada. Di situlah letak kebaruannya,” terang Dr Izza.
Ia juga menekankan bahwa proposal penelitian harus disusun sesuai template dan panduan yang telah ditentukan agar alur penelitian mudah dipahami dan keunggulan riset dapat terlihat jelas.
“Proposal yang baik itu bukan hanya idenya, tapi juga rapi secara sistematika dan mengikuti aturan penulisan,” tegasnya.
Diskusi Interaktif Dorong Siswi Berani Gali Ide dan Gagasan

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para siswi diberi kesempatan menyampaikan ide penelitian, merumuskan judul, serta mendiskusikan kemungkinan pengembangan topik yang relevan dengan teknologi dan lingkungan sekitar.
Pendekatan ini mendorong peserta untuk aktif bertanya, berpikir kritis, dan berani menyampaikan gagasan secara ilmiah dengan pendampingan langsung dari para pemateri.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















