Fst.umsida.ac.id – Aktivitas masjid biasanya meningkat selama bulan Ramadan. Kondisi ini tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan membangun kesadaran lingkungan. Salah satu gagasan yang dapat diterapkan adalah konsep green masjid atau masjid ramah lingkungan.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Syamsudduha Syahrorini ST MT, Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Ia menjelaskan bahwa masjid memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan umat sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Masjid bukan hanya pusat ibadah ritual. Namun, masjid juga dapat menjadi pusat edukasi ekologis bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mulai menanamkan kebiasaan hidup ramah lingkungan melalui berbagai aktivitas yang dilakukan di masjid.
Konsep Green Masjid untuk Menghemat Energi
Syamsudduha menjelaskan bahwa konsep green masjid dapat diterapkan melalui berbagai langkah sederhana. Misalnya dengan menggunakan lampu hemat energi dan mengatur penggunaan pendingin ruangan secara efisien.
Selain itu, pengurus masjid juga dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat kegiatan buka puasa bersama. Langkah kecil tersebut dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mulai menerapkan kebiasaan hemat energi. Masjid dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan konsep ini tidak harus dilakukan secara besar-besaran. Sebaliknya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat memberikan dampak besar.
Masjid Dapat Menjadi Pusat Edukasi Lingkungan
Lebih lanjut, Syamsudduha menilai bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat. Hal ini karena aktivitas keagamaan di masjid melibatkan banyak jamaah.
Oleh karena itu, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dapat disampaikan melalui berbagai kegiatan, seperti ceramah, kajian, maupun program sosial.
“Bayangkan jika setiap masjid di Indonesia menerapkan konservasi energi. Dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan masa depan generasi berikutnya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Islam telah mengajarkan prinsip hidup sederhana dan tidak berlebihan. Nilai tersebut sangat relevan dengan upaya menjaga lingkungan.
Dengan demikian, Ramadan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran hidup ramah lingkungan. Melalui konsep green masjid, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap keberlanjutan bumi.















