Fst.umsida.ac.id – Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Diseminasi KILAB 2026, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat FST Kampus 2 Umsida.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi bagi laboran penerima hibah Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2026. Mereka mempresentasikan karya yang dikembangkan dari kebutuhan laboratorium.
Tahun ini, tiga tim laboran Umsida berhasil mendapatkan hibah tersebut. Mereka berasal dari bidang Teknik Mesin dan Teknik Industri, Teknologi Pangan dan IPA, serta Teknik Elektro dan Informatika.
Selain mengenalkan karya, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi. Para peserta membahas perlindungan inovasi hingga strategi menyusun proposal KILAB.
Dekan FST Umsida Apresiasi Inovasi Laboran
Dekan FST Umsida Ir Iswanto ST MMT IPM mengapresiasi capaian para laboran. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa inovasi laboran Umsida mampu bersaing di tingkat nasional.
“Inovasi teman-teman laboran kita sudah diakui secara nasional. Tinggal bagaimana keberhasilan ini bisa menular kepada laboran yang lain,” ungkapnya.
Ia berharap capaian itu tidak berhenti pada tiga tim penerima hibah. Sebaliknya, pengalaman mereka perlu dibagikan kepada laboran lain.
Dengan begitu, semakin banyak inovasi yang dapat dikembangkan dari berbagai bidang keilmuan di Umsida.
Iswanto juga menekankan pentingnya kompetensi laboran. Menurutnya, kualitas laboran ikut mendukung pembelajaran, penelitian, serta mutu perguruan tinggi.
Tiga Tim Laboran Lolos KILAB 2026

Tim pertama terdiri dari Wahyu Alfiansyah ST, Laboran Teknik Mesin, dan Syafrilla Dinda Khumairo ST, Laboran Teknik Industri.
Mereka mengembangkan Rancang Bangun Alat Praktikum Mekanika Getaran Berbasis Sistem 3 in One (Free, Damped and Forced Vibration).
Selanjutnya, Kintan Sari Kinanti STP, Laboran Teknologi Pangan, berkolaborasi dengan Rizkia Fitri Radityo SSi MSi, Laboran IPA.
Mereka mengembangkan Rancang Bangun Alat Pengering Sistem Gantung dengan Kontrol Suhu Otomatis.
Sementara itu, inovasi ketiga dikembangkan oleh M Rizal Marlianto ST, Laboran Teknik Elektro, bersama Melina Atikawati SKom, Laboran Informatika.
Keduanya membuat Raspberry-Touch Board, yaitu media pembelajaran interaktif dan portabel untuk mendukung kompetensi pemrograman mikrokontroler.
Dalam Diseminasi KILAB 2026, ketiga tim menjelaskan latar belakang dan proses pengembangan karya. Mereka juga menyampaikan manfaat inovasi untuk kegiatan laboratorium.
Bahas Hak Paten dan Strategi Lolos KILAB

Sesi diskusi berlangsung cukup interaktif. Dr Jamaluddin menanyakan perlindungan terhadap karya inovasi, terutama melalui hak paten.
“Dari inovasi yang sudah dibuat ini, bagian apa yang nantinya dipatenkan? Hak paten penting agar produk tidak ditiru atau diproduksi sembarangan,” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Dr Ir Syamsudduha Syahrorini ST MT selaku Kepala Laboratorium menjelaskan pentingnya perlindungan karya.
“Hak paten diperlukan untuk melindungi karya agar tidak mudah ditiru. Selain itu, alat juga perlu dilengkapi manual instruction untuk penggunaan dan maintenance,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa buku panduan tersebut dapat dikembangkan dan memiliki ISBN. Dalam kesempatan yang sama, Rini juga menyoroti kebutuhan pendanaan untuk proses pengajuan hak paten.
Sementara itu, Angga menanyakan peluang inovasi berupa sistem informasi dalam program KILAB.
“Apakah program KILAB hanya untuk prototipe? Bagaimana jika inovasinya berupa sistem informasi atau produk lainnya?” tanyanya.
Syamsudduha menjelaskan bahwa peserta harus menyesuaikan karya dengan kategori program.
“Kalau mengacu tahun sebelumnya, sistem informasi belum bisa masuk. Produknya antara lain prototipe, bahan habis pakai, dan produk berbasis AI,” terangnya.
Wahyu juga membagikan beberapa hal penting dalam penyusunan proposal.
“Yang perlu diperhatikan adalah novelty alat, desain yang orisinal, anggaran yang realistis, dan judul yang mencerminkan inovasi,” ungkapnya.
Selain itu, proposal KILAB harus melewati seleksi administrasi dan substansi. Melalui kegiatan ini, FST Umsida berharap semakin banyak laboran berani mengembangkan inovasi dan mengikuti program KILAB berikutnya.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















