Fst.umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali hadirkan kegiatan Visiting Lecture yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Sistem Informasi dan Teknologi (MIST), Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Pada Selasa (02/02/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Prof Sang-Seok Lee, profesor dari Tottori University, Jepang, sebagai narasumber utama.
Visiting Lecture ini mengusung tema “Applications of Sensor Technology and Power: How Leaders Rise and Fall”, yang menyoroti keterkaitan antara perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan kepemimpinan di era digital.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa lintas jenjang sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik global di lingkungan Umsida.
Penguatan Akademik melalui Peran Pimpinan Fakultas

Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Umsida, Ir Jamaluddin MM, menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Lecture menjadi bagian penting dari upaya fakultas dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring internasional.
Menurutnya, keterlibatan akademisi luar negeri memberikan nilai tambah bagi proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan di lingkungan FST.
“Visiting Lecture ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang bagaimana teknologi dan riset dikembangkan di tingkat global. Kami berharap mahasiswa dapat mengambil inspirasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa FST Umsida berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan akademik berbasis kolaborasi internasional sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan di era global.
Wadah Transfer Ilmu dan Kolaborasi Internasional

Ketua Program Studi MIST Umsida, Dr Izza Anshory ST MT, menjelaskan bahwa Visiting Lecture menjadi ruang strategis untuk mempertemukan mahasiswa dengan perspektif akademik internasional.
“Melalui Visiting Lecture ini, kami ingin membuka wawasan mahasiswa tentang bagaimana riset dan pengembangan teknologi dilakukan di level global, sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi MIST dalam menyiapkan mahasiswa agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing global, serta mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah akibat transformasi digital.
Tema Relevan dengan Tantangan Zaman
Dalam paparannya, Prof Sang-Seok Lee menekankan bahwa perkembangan teknologi sensor dan AI tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial dan kepemimpinan.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan manusia dalam mengambil keputusan, memahami dampak sosial, serta memimpin perubahan secara bertanggung jawab.
“Technology is important, but leadership and human judgment determine how technology impacts society,” jelas Prof Lee dalam presentasinya.
Ia juga menegaskan bahwa riset teknologi seharusnya tidak berhenti pada aspek teknis semata, tetapi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri.
“Technology should solve real problems in society. Research must be connected to real needs, not only theoretical ideas,” tambahnya.
Pembelajaran Kontekstual bagi Mahasiswa
Kegiatan Visiting Lecture berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber internasional, sekaligus memahami bagaimana riset teknologi dikembangkan dan diterapkan di universitas luar negeri.
Menurut Dr Izza, antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu teknologi dan masa depan dunia kerja.
“Kami melihat mahasiswa sangat aktif berdiskusi. Ini menjadi sinyal positif bahwa mereka siap menghadapi tantangan era digital,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Visiting Lecture ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami bahwa penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan soft skills seperti kepemimpinan, pemikiran kritis, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Komitmen Akademik Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, Umsida menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program akademik berkualitas yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi mahasiswa.
Visiting Lecture diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pemicu lahirnya kolaborasi riset, pengembangan keilmuan, serta peluang kerja sama internasional di masa mendatang.
Ke depan, Umsida berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri melalui berbagai program akademik, seperti visiting lecture, joint research, dan pertukaran akademisi.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Umsida sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia unggul di era global.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















