Fst.umsida.ac.id – Program Studi Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan literasi digital pendidikan dasar melalui program Hibah RisetMU.
Hibah tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pelatihan Pembelajaran Coding Berbasis Game bagi guru SD Muhammadiyah Jasem Mojokerto, yang dilaksanakan pada Rabu (14/01/26).
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami agar keilmuan informatika dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dunia pendidikan dasar,” ujar Dr Hindarto SKom MT
Perkuat Literasi Digital Guru SD melalui Coding Berbasis Game

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Informatika FST Umsida yang terdiri atas Dr Hindarto SKom MT, Ir Sumarno MM, dan Ade Eviyanti SKom MKom, serta melibatkan tiga mahasiswa Informatika sebagai pendamping teknis.
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan guru SD dalam menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran.
“Guru sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan fondasi literasi digital sejak dini, sehingga perlu dibekali dengan pendekatan yang tepat,” tutur Ir Sumarno MM.
Pelatihan difokuskan pada pengenalan konsep dasar coding melalui pendekatan game edukatif yang ramah anak.
Metode ini dipilih agar guru dapat memahami logika pemrograman tanpa harus berhadapan langsung dengan kode yang kompleks.
“Kami menggunakan media game karena lebih mudah dipahami dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran siswa sekolah dasar,” jelas Ade Eviyanti SKom MKom.
Coding sebagai Media Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan
Dalam sambutan pembukaan, Dr Hindarto menegaskan bahwa pembelajaran coding tidak harus identik dengan materi yang sulit.
Melalui pendekatan berbasis permainan, guru dapat menanamkan konsep berpikir komputasional secara kontekstual dan menyenangkan.
“Melalui pelatihan coding berbasis game ini, kami ingin membantu guru SD memahami konsep berpikir komputasional dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ujar Dr Hindarto.
Ia menambahkan bahwa coding dapat menjadi sarana untuk melatih logika, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah pada siswa.
Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses berpikir.
“Harapannya, guru tidak lagi merasa coding itu sulit, tetapi justru melihatnya sebagai media pembelajaran kreatif yang dekat dengan dunia anak-anak,” imbuhnya.
Selama pelatihan, para guru diajak untuk langsung mempraktikkan penggunaan media pembelajaran berbasis game.
Pendekatan learning by doing diterapkan agar peserta lebih percaya diri saat mengimplementasikannya di kelas.
“Kami memperbanyak sesi praktik agar guru benar-benar siap menerapkan pembelajaran ini di sekolah masing-masing,” ungkap Dr Hindarto.
Apresiasi Sekolah dan Peran Aktif Mahasiswa Informatika
Kepala SD Muhammadiyah Jasem Mojokerto, Octavia Nurhidayati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, program Hibah RisetMU dari Umsida sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi transformasi digital pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dosen dan mahasiswa Umsida melalui program Hibah RisetMU ini,” tutur Octavia Nurhidayati.
Ia menilai pelatihan ini memberikan bekal penting bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif di kelas.
“Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi guru kami untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif,” tambahnya.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Informatika sebagai fasilitator pendamping.

Salah satu mahasiswa, Donni Adello, mengungkapkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
“Kami tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga terjun langsung mendampingi guru dan memahami kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Donni Adello.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut melatih mahasiswa untuk menyampaikan ilmu informatika secara sederhana dan aplikatif.
“Kegiatan ini mengajarkan kami bagaimana menyampaikan materi teknis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan,” katanya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen Informatika FST UMSIDA berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan sekolah dapat terus berlanjut serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan dalam mendorong inovasi pembelajaran digital di sekolah Muhammadiyah,” pungkas Dr Hindarto.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















