Fst.umsida.ac.id – Kaprodi Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr M Abror SP MM, berhasil meraih Hibah Riset Muhammadiyah Batch IX Tahun 2025. Hibah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pelatihan Budidaya Tanaman Semusim sebagai Ketahanan Pangan yang dilaksanakan di Ranting Aisyiyah Desa Sugiwars, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya anggota Aisyiyah, dalam membudidayakan tanaman semusim sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Dr M Abror SP MM selaku ketua tim menyampaikan materi mengenai teknik budidaya tanaman semusim yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. Materi meliputi pemilihan benih, pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman agar dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang bermanfaat bagi kebutuhan pangan keluarga.
Kegiatan ini juga melibatkan tim peneliti yang terdiri dari Ade Eviyanti SKom MKom, M Farid Yuliansyah, M Alfiansyah Putra, dan Abdullah Fahmi R. Kolaborasi lintas keilmuan tersebut diharapkan mampu memperkaya pendekatan pendampingan yang diberikan kepada masyarakat.
Dr M Abror SP MM menjelaskan bahwa tanaman semusim memiliki keunggulan karena relatif mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan lahan luas.
“Tanaman semusim sangat cocok dikembangkan di pekarangan rumah. Perawatannya sederhana dan hasilnya bisa langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hibah riset yang diraih tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa riset dan pengabdian dosen benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat, bukan sekadar berhenti pada laporan kegiatan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Keberhasilan meraih Hibah Riset Muhammadiyah juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam menjawab persoalan ketahanan pangan di tingkat lokal.
Program Berkelanjutan Monitoring dan Evaluasi Mingguan

Program pelatihan budidaya tanaman semusim ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang tidak berhenti pada kegiatan pelatihan awal. Untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan hasil budidaya, tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin setiap minggu.
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendampingan dosen pembimbing. Kegiatan ini mencakup pemantauan pertumbuhan tanaman, kondisi media tanam, kebutuhan air, serta kecukupan nutrisi tanaman yang dibudidayakan oleh peserta.
“Pendampingan rutin sangat penting agar masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga mampu merawat tanaman dengan benar hingga masa panen,” kata Dr M Abror.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberhasilan program, tim pengabdian menyediakan pupuk dan benih pengganti apabila terdapat tanaman yang mati atau mengalami pertumbuhan tidak optimal. Selain itu, tim juga membuka layanan konsultasi daring melalui grup WhatsApp untuk membantu peserta mengatasi permasalahan budidaya seperti hama dan penyakit tanaman.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Organisasi
Kegiatan pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta, khususnya anggota Ranting Aisyiyah Desa Sugiwars. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti sesi pelatihan, diskusi, dan praktik budidaya tanaman.
Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengendalian hama, pemilihan media tanam, serta pemanfaatan lahan pekarangan. Dukungan penuh dari pengurus Aisyiyah setempat juga berperan penting dalam kelancaran kegiatan dan menjadi faktor pendukung keberlanjutan program.
Peran Mahasiswa dalam Kegiatan Pengabdian

Mahasiswa turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, baik pada saat pelatihan maupun pendampingan pascapelatihan. Mahasiswa membantu masyarakat memahami materi, melakukan pendataan kondisi tanaman, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan dosen pendamping.
“Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran agar mereka memiliki pengalaman langsung dalam pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Dr M Abror.
Dampak Awal dan Harapan Pengembangan Program
Pelaksanaan program ini memberikan dampak awal positif bagi masyarakat Desa Sugiwars. Peserta mulai memahami pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga dan menunjukkan perubahan sikap dalam perawatan tanaman.
Ke depan, tim pengabdian berharap program ini dapat dikembangkan melalui diversifikasi komoditas pangan dan direplikasi di wilayah lain.
“Harapannya, masyarakat bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan program ini menjadi model pengabdian berkelanjutan,” pungkas Dr M Abror


















