Fst.umsida.ac.id – Ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan yang mampu bertahan hidup di berbagai kondisi perairan, termasuk sungai yang tercemar. Namun di balik kemampuannya tersebut, ikan ini justru menjadi ancaman bagi ekosistem sekaligus menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi sembarangan. Pakar lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif...Read More
Umsida.ac.id – Ikan sapu-sapu selama ini dikenal masyarakat sebagai ikan “pembersih” akuarium karena kemampuannya memakan lumut dan sisa organik di dasar perairan. Namun di balik fungsi tersebut, ikan ini justru menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan di Indonesia. Pakar lingkungan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif...Read More
Fst.umsida.ac.id – Fenomena “Godzilla El Nino” ramai dibicarakan dan menimbulkan kekhawatiran. Namun, seberapa berbahaya sebenarnya dampaknya? Menurut dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Intan Rohma Nurmalasari SP MP, istilah tersebut menggambarkan kondisi El Nino dengan intensitas yang jauh lebih kuat dibanding biasanya. “Godzilla El Nino itu bukan istilah ilmiah, tapi menggambarkan anomali suhu laut yang sangat...Read More
Umsida.ac.id – Istilah “Godzilla El Nino” belakangan ramai dibicarakan dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Hal tersebut dinyatakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut terjadinya fenomena ini membuat kemarau lebih panjang dan lebih kering. Tahun ini musim kemarau terjadi lebih awal lantaran berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari lalu yang kini bergeser ke...Read More
Fst.umsida.ac.id – Berbagai krisis lingkungan yang terjadi saat ini menjadi peringatan bagi manusia untuk lebih bertanggung jawab terhadap bumi. Perubahan iklim, polusi, hingga kerusakan ekosistem menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam perlu diperbaiki. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Ia menjelaskan...Read More
Fst.umsida.ac.id – Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual. Ramadan juga menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran menggunakan energi secara bijak. Hal ini disampaikan Dr Syamsudduha Syahrorini ST MT, Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Ia menjelaskan bahwa puasa pada dasarnya merupakan latihan pengendalian diri. Latihan ini tidak hanya berkaitan...Read More
Agroteknologi.umsida.ac.id – Budidaya sawi pakcoy dengan metode hidroponik sumbu merupakan solusi modern yang efisien, ramah lingkungan, dan cocok untuk lahan terbatas. Metode ini memungkinkan tanaman tumbuh optimal meskipun dalam ruang terbatas, menjadikannya pilihan ideal bagi petani perkotaan maupun pemula. Berikut adalah panduan lengkap yang terbagi ke dalam tiga langkah utama Persiapan dan Peralatan Langkah awal...Read More
Fst.umsida.ac.id – Indonesia dikenal sebagai negara mega-biodiversitas dengan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Namun, menjaga kelestarian tanaman langka seperti Raflesia arnoldii bukanlah tugas mudah. Dalam wawancara bersama salah satu Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Intan Rohma Nurmalasari SP MP, terungkap bahwa pelestarian tanaman ini membutuhkan sinergi kuat antara sumber daya...Read More
Fst.umsida.ac.id – Mulai tahun depan, semua bensin di Indonesia akan dicampur dengan 10% etanol, sebuah langkah besar menuju bahan bakar ramah lingkungan yang sekaligus menjadi titik tolak perubahan besar dalam industri otomotif dan energi nasional. Tapi, bagaimana kesiapan infrastruktur, kendaraan, dan sektor pertambangan mineral-energi menghadapi perubahan ini? Baca juga: Tentang Kasus Pertamax Oplosan, Pakar Umsida Beri Komentar...Read More
Fst.umsida.ac.id – Insiden keracunan makanan berbasis MBG (Makanan Bergizi dan Gizi) beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius masyarakat. Sebut saja pada salah satu sekolah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang memakan korban sebanyak 130 siswa keracunan MBG. Keracunan tersebut diduga lantaran adanya kandungan Nitrat pada nasi yang diberikan kepada siswa. Rima Azara STP MP, pakar teknologi...Read More
Recent Comments