Fst.umsida.ac.id – Muhamad Risky Afandi, mahasiswa program studi Teknik Mesin semester 3, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi Kejuaraan Jujitsu Open Turnamen Piala KONI Kabupaten Mojokerto Tingkat Nasional.
Mahasiswa yang akrab disapa Risky ini turun di kategori Fighting System Putra U-21 kelas -69 kg. Meski berasal dari latar belakang program studi teknik yang dikenal dengan jadwal perkuliahan padat, Risky membuktikan bahwa manajemen waktu dan dedikasi mampu membawa seorang mahasiswa melangkah jauh melampaui batas ruang kelas.
Adaptasi di Tengah Ketatnya Kompetisi
Perjalanan Risky di turnamen yang diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Mojokerto ini bukanlah tanpa tantangan. Sebagai atlet yang relatif baru di cabang olahraga Jujitsu, ia mengaku sempat mengalami kesulitan dalam fase adaptasi.
“Tantangan terbesar mungkin karena saya belum terlalu lama mendalami Jujitsu secara spesifik, jadi ada momen di mana saya harus bekerja ekstra keras untuk beradaptasi dengan teknik dan regulasi pertandingan,” ujar mahasiswa kelahiran Pasuruan, 22 Januari 2006 tersebut.
Namun, kendala tersebut tidak memadamkan semangatnya. Berbekal mentalitas petarung yang ia asah di UKM Beladiri Umsida, Risky mampu menjalankan pertandingan sesuai dengan prediksi dan strategi yang telah ia susun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan taktis di lapangan sama pentingnya dengan kekuatan fisik.
Persiapan Matang dan Disiplin Latihan

Kesuksesan Risky mencapai level nasional tidak diraih dalam semalam. Ia telah memulai perjalanannya sejak menyandang status sebagai Mahasiswa Baru (Maba) Umsida pada tahun 2024. Konsistensi menjadi kunci utama; di tengah kesibukan praktikum dan laporan teknik, Risky rutin berlatih dua kali seminggu bersama rekan-rekannya di UKM Beladiri.
“Persiapannya yang jelas adalah latihan rutin. Bukan hanya soal fisik, tapi juga persiapan mental. Di arena nasional, mental adalah pembeda antara pemenang dan pecundang,” tegasnya.
Disiplin yang diterapkan Risky mencerminkan nilai-nilai yang dibawa oleh Umsida dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh. Latihan fisik yang berat dan pendalaman teknik dilakukan secara progresif guna memastikan kesiapan saat berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah di Indonesia.
Dukungan Keluarga dan Fasilitas Kampus
Dibalik performa gemilangnya, Risky mengakui bahwa dukungan moral adalah fondasi utamanya. Dukungan penuh dari orang tua menjadi energi tambahan saat ia harus bertanding di bawah tekanan tinggi. Selain itu, ia juga mengapresiasi peran aktif kampus dalam mendukung minat dan bakat mahasiswa.
“Alhamdulillah, orang terdekat selalu memberikan dukungan, terutama orang tua. Dari pihak Umsida sendiri juga sangat luar biasa dalam memfasilitasi seluruh kegiatan yang saya jalani. Hal ini membuat kami, para atlet, bisa fokus sepenuhnya pada prestasi,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Umsida memang dikenal sebagai kampus yang memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk berkembang. Melalui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), mahasiswa didorong untuk tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangkasan fisik dan kecerdasan emosional yang baik.
Menatap Target Besar: Surabaya, Pomprov, hingga Pomnas
Kejuaraan di Mojokerto hanyalah awal dari perjalanan panjang Risky. Ia kini tengah membidik sasaran yang lebih besar. Pada bulan April mendatang, ia dijadwalkan akan kembali turun gelanggang dalam Jujitsu Open Turnamen Tingkat Nasional yang akan digelar di Surabaya.
Tidak berhenti di situ, Risky memiliki visi jangka panjang untuk mengharumkan nama almamater di level yang lebih tinggi. Ia menargetkan diri untuk bisa lolos dalam seleksi Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) hingga mencapai Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas).
“Target saya berikutnya adalah tampil maksimal di Surabaya bulan April nanti. Semoga saya bisa terus konsisten hingga menembus Pomprov dan Pomnas. Itu adalah impian besar saya saat ini,” tambah mahasiswa semester 3 ini.
Pesan untuk Rekan Mahasiswa
Sebagai penutup, Risky memberikan pesan inspiratif bagi seluruh mahasiswa Umsida. Menurutnya, masa kuliah adalah waktu yang paling tepat untuk mengeksplorasi potensi diri tanpa ragu.
“Pesan saya untuk teman-teman mahasiswa Umsida, ayo kembangkan bakat kalian, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Kampus sudah memberikan wadah, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan maksimal,” pungkasnya.
Kisah Muhamad Risky Afandi adalah pengingat bahwa prestasi bisa lahir dari mana saja, baik dari bengkel teknik maupun dari matras beladiri. Dengan semangat “Dari Umsida untuk Bangsa”, Risky siap kembali mengharumkan nama kampus di turnamen-turnamen mendatang.
Penulis: Annifa Umma’yah Bassiroh


















