Fst.umsida.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Melalui unit unggulannya, Pojok Statistik, Umsida berhasil menduduki peringkat ke-7 terbaik se-Indonesia dalam ajang pemeringkatan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemeringkatan ini menjadi ajang tahunan yang diselenggarakan oleh BPS untuk menilai kinerja dan dampak keberadaan Pojok Statistik di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Capaian ini membuktikan bahwa Umsida tidak hanya unggul dalam pengajaran, tetapi juga aktif dalam membangun budaya literasi data di lingkungan akademik.
Img: Istimewa
Pojok Statistik sendiri merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPS yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman statistik, mendampingi mahasiswa dalam proses penelitian, serta memberikan layanan konsultasi data dan pelatihan analisis statistik.
Kepemimpinan Muda dengan Semangat Kolaboratif
Capaian membanggakan ini tidak lepas dari peran para agen dan pembina Pojok Statistik Umsida yang terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik. Salah satu sosok di balik kesuksesan ini adalah Syahfrizka Dyah Nazwa Umbara, mahasiswa Prodi Informatika semester 6 yang saat ini menjabat sebagai Ketua Agen Pojok Statistik Umsida periode 2025/2026.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga,” ujar Nazwa mengenai peringkat yang diraih oleh Pojok Statistik Umsida.
Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras tim yang solid dan kolaboratif. Tidak hanya antar agen, tapi juga melibatkan pembina dari BPS Sidoarjo serta dukungan penuh dari Koordinator Pojok Statistik Umsida, Dr. Suprianto.
“Pembina kami selalu membimbing dengan sabar,” jelas Nazwa. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak mungkin dicapai tanpa dukungan berbagai pihak. Akademisi yang memanfaatkan Pojok Statistik untuk konsultasi pun turut menjadi penggerak keberlanjutan kegiatan dan keberadaan unit ini.
“Kontribusi agen dengan keahlian masing-masing juga jadi faktor utama,” tambahnya.
Tantangan dalam Membangun Komitmen dan Kesadaran
Di balik kesuksesan, tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan terbesar yang disebutkan oleh Nazwa adalah menjaga keterlibatan para agen, terutama dalam menyelaraskan waktu antara aktivitas akademik dan tanggung jawab sebagai agen Pojok Statistik.
“Menjaga agen tetap aktif itu tantangan tersendiri,” ujarnya singkat.
Selain itu, tantangan lain yang cukup penting adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya data dan statistik. Meskipun sudah tersedia fasilitas Pojok Statistik, belum semua mahasiswa menyadari keberadaannya atau memanfaatkannya secara optimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Nazwa dan timnya menyusun berbagai strategi, salah satunya dengan memperkuat kehadiran Pojok Statistik di media sosial. Edukasi melalui konten ringan dan interaktif seperti infografis, video pendek, hingga kuis menjadi upaya untuk menarik minat mahasiswa.
Inisiatif Pengembangan dan Visi Jangka Panjang
Img: Istimewa
Tidak puas dengan pencapaian saat ini, Nazwa dan tim Pojok Statistik Umsida sudah menyiapkan berbagai program untuk mengembangkan layanan dan dampak yang dihasilkan. Ia menyatakan bahwa salah satu langkah ke depan adalah menjadikan Pojok Statistik sebagai pusat pengembangan literasi data yang lebih inovatif dan terbuka untuk kolaborasi.
“Saya ingin Pojok Statistik jadi pusat pengembangan literasi data yang interaktif dan inovatif,” katanya.
Langkah konkret yang dirancang termasuk peningkatan kualitas layanan konsultasi, penyelenggaraan pelatihan statistik yang lebih terstruktur, serta penguatan kolaborasi dengan instansi pemerintah dan sektor swasta. Selain itu, tim juga berencana membuat platform digital untuk memperluas jangkauan edukasi statistik, terutama bagi pelajar, peneliti, dan masyarakat umum.
“Kami ingin meningkatkan kualitas layanan dan memperluas kolaborasi,” ujar Nazwa.
Harapan untuk Peran Strategis Pojok Statistik Umsida
Prestasi ini menjadi motivasi baru untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan dan penelitian. Dengan semangat muda, kerja sama tim yang solid, dan dukungan dari kampus dan mitra, Nazwa optimis Pojok Statistik Umsida bisa menjadi contoh bagi kampus lain di Indonesia.
“Semoga bisa terus berkembang, tidak hanya di kampus tapi juga secara nasional,” harapnya.
Lebih dari sekadar ruang konsultasi, Pojok Statistik Umsida kini telah menjelma menjadi pusat kegiatan literasi data yang aktif, inovatif, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami dan memanfaatkan data secara tepat. Keberhasilan menduduki peringkat ke-7 nasional adalah tonggak awal menuju capaian yang lebih tinggi di masa mendatang.
Penulis: Uba