Kaprodi Teknik Sipil, Dr Ir Atik Wahyuni ST MT Tekankan Pentingnya SMKK dalam Seminar K3 Nasional

Fst.Umsida.ac.id – Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan seminar bertajuk Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) untuk Meningkatkan Produktivitas Kegiatan Konstruksi. Acara ini diselenggarakan secara daring dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, praktisi, serta perwakilan pemerintah dan perusahaan konstruksi. (30/01/2024).

Salah satu narasumber utama dalam seminar ini adalah Dr Ir Atik Wahyuni ST MT Kaprodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang dikenal sebagai pakar dalam bidang teknik sipil dan manajemen keselamatan konstruksi. Ia memberikan pemaparan mendalam mengenai penerapan SMKK yang efektif dan urgensinya dalam dunia konstruksi modern.

Urgensi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)

Dalam sesi materinya, Dr. Atik Wahyuni menjelaskan bahwa penerapan SMKK bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan kebutuhan mendesak dalam industri konstruksi. Ia menekankan bahwa dalam setiap proyek konstruksi, ada banyak potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat, baik pengguna jasa maupun penyedia jasa, wajib memenuhi standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan (K4).

Mengutip Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 59 Ayat 1, Kaprodi Teknik Sipil Umsida menegaskan bahwa setiap penyelenggaraan jasa konstruksi harus memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan sejak tahap perencanaan hingga tahap operasional. “Jika kita baru berbicara tentang keselamatan di tengah-tengah proyek, itu sudah terlambat,” ujar Kaprodi Teknik Sipil Menurutnya, konsep keselamatan harus mulai dipertimbangkan sejak tahap perancangan agar risiko dapat diminimalkan secara optimal.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya memperhitungkan berbagai faktor risiko, termasuk kondisi tanah, cuaca, dan faktor sosial yang dapat berdampak pada keamanan proyek. “Banyak kecelakaan konstruksi yang terjadi akibat kurangnya perencanaan dan analisis risiko sejak awal,” tambahnya.

Tantangan dan Solusi dalam Implementasi SMKK

Dalam paparannya, Dr Atik Wahyuni juga membahas berbagai tantangan yang sering muncul dalam penerapan SMKK di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kesadaran dan pemahaman di kalangan kontraktor serta tenaga kerja mengenai pentingnya standar keselamatan konstruksi.

Ia menyoroti bahwa masih banyak kontraktor yang lebih fokus pada aspek teknis dan kecepatan penyelesaian proyek dibandingkan aspek keselamatan. “Sering kali keselamatan dianggap sebagai faktor yang menghambat produktivitas, padahal justru sebaliknya. Proyek yang menerapkan SMKK dengan baik cenderung lebih efisien dan minim risiko kecelakaan kerja,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi tenaga kerja dalam bidang keselamatan konstruksi. “Tenaga kerja konstruksi harus memiliki kompetensi yang terstandarisasi. Oleh karena itu, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) harus memastikan bahwa tenaga ahli yang memperoleh sertifikasi benar-benar kompeten,”tambahnya.

Sebagai solusi, Dr Atik menyarankan agar semua proyek konstruksi, baik skala kecil maupun besar, wajib menerapkan sistem pengawasan keselamatan yang ketat dan melibatkan tenaga ahli yang kompeten dalam bidang SMKK. Selain itu, ia juga mendorong adanya regulasi yang lebih ketat dan pemberian sanksi bagi penyedia jasa yang mengabaikan aspek keselamatan.

Peran Akademisi dalam Meningkatkan Kesadaran Keselamatan Konstruksi

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, Dr Atik Wahyuni juga menegaskan bahwa akademisi memiliki peran besar dalam membantu peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya SMKK. Sebagai seorang dosen di Umsida, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk terus mengedukasi mahasiswa dan calon tenaga kerja konstruksi mengenai standar keselamatan kerja yang ideal.

Ia menjelaskan bahwa di Umsida, program studi teknik sipil telah memasukkan materi tentang manajemen keselamatan konstruksi dalam kurikulum perkuliahannya. Hal ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi keselamatan konstruksi sebelum mereka terjun ke dunia kerja.

Baca Juga: Membentuk Pemimpin Muda Berkualitas melalui LKMM-TD Himpunan Mahasiswa Agroteknologi

“Ke depan, kami berharap bahwa semua institusi pendidikan teknik dapat menjadikan keselamatan konstruksi sebagai bagian penting dalam kurikulumnya. Dengan begitu, kita bisa menghasilkan tenaga kerja konstruksi yang tidak hanya andal dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja,” katanya.

Seminar ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para peserta. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar implementasi SMKK dalam proyek-proyek skala kecil dan bagaimana meningkatkan keterlibatan pemerintah dalam pengawasan standar keselamatan.

Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya keselamatan konstruksi semakin meningkat di kalangan pelaku industri. Penerapan SMKK yang baik tidak hanya akan melindungi pekerja, tetapi juga memastikan keberlanjutan proyek konstruksi yang lebih aman dan berkualitas di masa depan.

Penulis: Uba

Bertita Terkini

Pemberdayaan Pelajar Muhammadiyah Durungbedug melalui Pelatihan Pembibitan Kelor sebagai Upaya Kemandirian Lingkungan dan Ekonomi Berbasis SDGs
December 31, 2025By
Kaprodi Agroteknologi Umsida Jalankan Program Pelatihan Budidaya Tanaman Semusim untuk Ketahanan Pangan Desa
December 30, 2025By
Kaprodi MIST Umsida Dorong Keberhasilan Mahasiswa melalui Pendampingan Tesis Terarah
December 20, 2025By
Prodi Agroteknologi Umsida Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Komitmen Pendidikan Pertanian Berkelanjutan
December 19, 2025By
Teknologi Pangan Jadi Peluang Strategis Gen-Z Hadapi Tantangan Pangan Masa Depan
December 16, 2025By
Tesla Valve Karya Laboran Umsida Tampil di KILab 2025, Perpaduan Inovasi Teknik Sipil dan Teknologi Pangan
December 11, 2025By
Inovasi Mesin Uji Getaran Umsida Masuk Diseminasi Nasional KILab 2025
December 10, 2025By
DAD XXX IMM Teknik Al-Farabi Bentuk Kader Kritis dan Berintegritas Lewat Pembinaan Tiga Hari
December 7, 2025By

Prestasi

Tampil Tangguh di Tengah Cedera, Mahasiswa Umsida Raih Emas di Batu Karate Challenge
January 6, 2026By
Mahasiswa Teknologi Pangan Umsida Sabet Medali Emas di UPSCC III 2025 Kategori A Dewasa
December 28, 2025By
Agung Prasetyo Buktikan Mental Juara di UPSCC III 2025, Atlet Pemula Umsida Raih Prestasi
December 27, 2025By
Pojok Statistik Umsida Berkolaborasi dengan BPS Sidoarjo, Tim NELTI Sukses Masuk Top 10 KISI 2025
December 3, 2025By
Tim MADE Umsida Masuk Top 10 KISI 2025 Berkat Inovasi PLUTO untuk Pertanian Berkelanjutan
November 28, 2025By
PLUTO, Karya Inovatif Tim MADE Umsida yang Berhasil Raih Juara 2 LKTTG Kabupaten Sidoarjo
November 27, 2025By
Prestasi Zainul Abidin Melesat di Tingkat Internasional Melalui Shell Eco Marathon
November 25, 2025By
Fokus Belajar dan Konsistensi, Anjani Raih Predikat Wisudawan Terbaik FST Umsida
November 21, 2025By